Pasuruan, IDN Times - Amukan-amukan massa kepada kelompok minoritas pada tahun 1998 tak mengecualikan sebuah kota kecil di Jawa Timur, Kota Pasuruan. Di sebuah gereja tua St Antonius Padova, massa berdemonstrasi, mengamuk hingga menghancurkan kaca-kaca gereja bahkan hampir menghanguskannya.
Kengerian 1998 rupanya tak luntur setelah dua dekade kemudian. Jemaat gereja sempat berhenti berdatangan untuk berdoa kepada Tuhannya saat tragedi Bom Surabaya pada Mei 2018. Mereka takut akan menjadi korban phobia terhadap golongan minoritas. Beruntung, saat itu tak terjadi apa-apa. Gereja itu pun saat ini tetap menjadi tujuan utama umat kristiani di Pasuruan dalam berdoa.
