Tulungagung, IDN - Raut wajah gembira tampak jelas terlihat saat ratusan anak yatim piatu di Kabupaten Tulungagung turun dari bus sekolah yang mengangkutnya. Mereka turun di halaman sebuah pusat perbelanjaan di Tulungagung. Tak lama kemudian mereka berbaris rapi sambil memegang erat voucher belanja yang dibagikan. Para anak yatim piatu ini dijak oleh Baznas Tulungagung untuk berbelanja perlengkapan lebaran yang mereka inginkan.
Cerianya Anak Yatim Piatu di Tulungagung Saat Diajak Berbelanja Baju

1. Anak yatim juga didampingi orangtua asuh
Wakil Ketua Baznas Tulungagung, Abdul Wachid mengatakan kegiatan ini merupakan program Orang Tua Asuh Sehari (Oase). Dalam program tersebut mereka menggandeng sejumlah ibu pejabat di lingkup Pemkab Tulungagung sebagai orangtua asuh. Para orangtua asuh ini akan mendampingi setiap anak yatim piatu yang berbelanja. Mereka juga akan membayar kekurangan jika nilai belanja anak yatim piatu melebihi voucer yang dibagikan.
"Kegiatan ini sudah dua tahun kita lakukan setiap bulan Ramadan," ujarnya, Kamis (5/3/2026).
2. Setiap anak terima voucer belanja Rp300 ribu
Total terdapat 108 anak yatim piatu yang mengikuti kegiatan ini. Setiap anak memperoleh voucher senilai Rp300 ribu dan uang saku Rp200 ribu. Mereka boleh membelanjakan voucher tersebut untuk kebutuhan lebaran seperti baju, tas hingga sepatu. Tak perlu khawatir dengan harga karena ada orangtua asuh yang ikut mendampingi. Orangtua asuh ini juga tampak semangat memilihka baju baru bagi anak yatim piatu tersebut.
"Mungkin banyak dari anak yatim dan piatu yang belum punya baju, sepatu, sandal atau celana menjeleng Lebaran. Makanya kami berusaha untuk membantu memfasilitasi ratusan anak untuk belanja gratis," terangnya.
3. Pengalaman menjadi orangtua asuh sehari anak yatim piatu
Ketua TP PKK Tulungagung, Endang Dwi Retnowati yang menjadi orangtua asuh merasa senang dengan program ini. Endang menawarkan kepada anak ingin membeli apa dengan voucher yang didapat. Endang juga tampak ikut memilihkan pakaian dan sendal baru bagi anak yatim piatu tersebut. Baginya kegiatan seperti ini harus terus digelar saat mendekati hari Lebaran.
"Kita berbagi juga dengan anak yatim piatu, para orangtua asuh mengeluarkan uang tambahan untuk kebutuhan mereka," pungkasnya.