Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260121-WA0039.jpg
Korban carok di Bangkalan. (Dokumen. Polres Bangkalan)

Intinya sih...

  • Pria di Bangkalan menjadi korban carok senjata tajam di rumah kos.

  • Cekcok mulut antar penghuni kos berujung pada pertikaian fisik dan penganiayaan.

  • Korban mengalami luka serius di tangan dan kaki, pelaku masih dalam pengejaran polisi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bangkalan, IDN Times - Seorang pria penghuni rumah kos di Desa Tanah Merah Dajah, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, menjadi korban carok senjata tajam pada Selasa (20/1/2026). Pria berinisial SL (35) itu mengalami mengalami sejumlah luka serius hingga harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Kasihumas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama mengatakan, peristiwa berdarah itu bermula dari pertengkaran antara tiga pria yang diketahui sama-sama tinggal di rumah kos tersebut. Cekcok mulut yang awalnya diduga sepele itu kemudian berkembang menjadi pertikaian fisik hingga berujung penganiayaan.

"Telah terjadi pertengkaran antar penghuni kos yakni SL (35), warga Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan dengan dua orang yang diduga pelaku berujung pada penganiayaan menggunakan senjata tajam,” ujarnya kepada awak media.

Agung menjelaskan, akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Syamrabu Bangkalan untuk dilakukan penanganan.

“Jika dilihat secara kasatmata, korban mengalami luka pada bagian tangan dan di kaki yang disebabkan oleh senjata tajam kemudian dibawa untuk mendapatkan perawatan medis di RSUD Syamrabu Bangkalan,” jelasnya.

Usai melakukan aksinya, kedua terduga pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Hingga kini, polisi masih melakukan pengejaran.

“Kedua pelaku melarikan diri dan saat ini masih dalam pengejaran tim gabungan Satreskrim Polres Bangkalan dan Unit Reskrim Polsek Tanah Merah,” tegas Agung.

Terkait motif penganiayaan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut.

Editorial Team