Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mensos Tri Rismaharini. (IDN Times/Fitria Madia)
Mensos Tri Rismaharini. (IDN Times/Fitria Madia)

Surabaya, IDN Times - Jelang libur panjang Natal dan Tahun Baru, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengeluarkan surat edaran bagi para warganya agar tidak pergi liburan ke luar kota. Pasalnya, Risma takut kasus COVID-19 akan kembali meningkat. Selain itu, saat ini cuaca di Kota Surabaya sedang ekstrim.

1. Risma keluarkan SE imbauan tak liburan saat Nataru

Tri Rismaharini di Lab Creative IDN Media. (IDN Times/Indra Zakaria)

Imbauan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran nomor 443/11047/436.8.4/2020 dan 443/11048/436.8.4/2020. SE itu ditujukan kepada para pengusaha, Ketua RW/RT, pemilik/pengelola kos, pengelola hotel, pengelola apartemen, dan pengembang/pengelola perumahan. Risma berpesan agar warganya tidak berliburan saat libur panjang Nataru.

"Sehubungan masih dalam masa Pandemi Covid-19, maka dihimbau kepada seluruh pekerja/karyawan untuk tidak melakukan perjalanan liburan ke luar Kota Surabaya serta tetap berkumpul bersama keluarga di tempat tinggal masing-masing," ujarnya, Sabtu (12/12/2020).

2. Kasus COVID-19 di Surabaya meningkat setelah libur panjang

IDN Times/Ardiansyah Fajar

Risma mengingatkan bahwa kasus COVID-19 sempat meningkat di Kota Surabaya usai adanya libur panjang pada akhir Oktober hingga awal November lalu. Ia tak ingin kejadian serupa terulang kembali setelah libur panjang Nataru.

"Karena itu saya berharap liburan ini tolong usahakan tidak kemana-mana dulu sampai kondisi di luar sana relatif lebih baik," tuturnya.

3. Cuaca sedang ekstrim

Ilustrasi Puting Beliung. IDN Times/Mardya Shakti

Selain itu, Risma mengingatkan bahwa saat ini cuaca tengah ekstrim. Banyak terjadi hujan disertai angin kencang yang bisa berujung pada bencana banjir, pohon tumbang, dan lainnya. Oleh karena itu, Risma meminta warganya berkumpul dengan keluarga dan mengantisipasi bencana tersebut.

"Tetap berkumpul bersama keluarga di tempat tinggal masing-masing serta melakukan persiapan dalam menghadapi potensi bencana antara lain hujan lebat disertai angin kencang, dan gelombang tinggi air laut sesuai dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)," pesannya.

Editorial Team