Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bus Trans Jatim Didorong Tembus Pamekasan hingga Bojonegoro
Kru bus Trans Jatim. Dok. Dishub Jatim
  • DPRD Jatim mengusulkan perluasan koridor Bus Trans Jatim secara bertahap ke lima Bakorwil: Pamekasan, Jember, Malang, Madiun, dan Bojonegoro.

  • Usulan ini dibahas dalam Raperda Transportasi Publik Terintegrasi sebagai payung hukum untuk membangun layanan antardaerah dan antarmoda, bukan sekadar menambah jalur bus.

  • Realisasi belum memiliki jadwal maupun rute pasti; DPRD menekankan perlunya perencanaan operasional, integrasi moda, serta feeder agar warga mudah mengakses halte dan tujuan akhir.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Saat ini

Trans Jatim melayani sejumlah rute di Jawa Timur, termasuk Sidoarjo-Gresik, Surabaya-Mojokerto, Gresik-Lamongan, Surabaya-Bangkalan, dan Malang-Batu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    DPRD Jawa Timur mendorong perluasan koridor Bus Trans Jatim ke lima Bakorwil melalui pembahasan Raperda Penyelenggaraan Transportasi Publik Terintegrasi.
  • Who?
    Komisi D DPRD Jawa Timur yang dipimpin Abdul Halim mengusulkan pengembangan koridor. Pemerintah Jawa Timur diharapkan menyiapkan sistem transportasi yang terintegrasi.
  • Where?
    Koridor baru diusulkan menjangkau Bakorwil Pamekasan, Jember, Malang, Madiun, dan Bojonegoro di Jawa Timur.
  • When?
    Usulan sedang dibahas dalam Raperda di DPRD Jawa Timur. Hingga saat ini belum ada kepastian jadwal pembukaan koridor baru.
  • Why?
    Perluasan didorong agar akses transportasi publik tidak terkonsentrasi di wilayah yang telah terlayani serta mendukung perjalanan antardaerah dan antarmoda.
  • How?
    Pengembangan direncanakan bertahap melalui Raperda, perencanaan rute, kesiapan operasional, integrasi moda, dan penyediaan angkutan pengumpan atau feeder.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bus Trans Jatim mau dibuat pergi ke Pamekasan, Jember, Malang, Madiun, dan Bojonegoro. DPRD Jawa Timur sedang membahas aturan untuk ini. Sekarang bus ini sudah jalan di beberapa kota. Belum tahu kapan jalur baru dibuka. Mereka juga mau ada kendaraan kecil untuk mengantar orang ke halte bus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pembahasan Raperda ini menunjukkan upaya terarah untuk memperluas akses transportasi publik secara lebih merata di Jawa Timur. Dengan perhatian pada konektivitas antardaerah, antarmoda, dan layanan feeder, pengembangan koridor Trans Jatim tidak semata menambah rute, melainkan menyiapkan perjalanan yang lebih tersambung bagi masyarakat di wilayah yang belum terlayani.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Layanan Bus Trans Jatim didorong untuk menjangkau lebih banyak wilayah di Jawa Timu (Jatim). DPRD Jatim mengusulkan pengembangan koridor secara bertahap di lima Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil), yakni Pamekasan, Jember, Malang, Madiun, dan Bojonegoro.

Usulan tersebut masuk dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Transportasi Publik Terintegrasi yang tengah digodok DPRD Jatim. Regulasi inisiatif legislatif itu diarahkan menjadi payung hukum untuk membangun sistem transportasi umum yang terhubung antardaerah dan antarmoda.

Ketua Komisi D DPRD Jatim, Abdul Halim mengatakan, perluasan Trans Jatim perlu dilakukan agar akses transportasi publik tidak hanya terkonsentrasi di wilayah yang selama ini sudah terlayani. “Ini layak dikembangkan secara menyeluruh di seluruh Jawa Timur. Paling tidak itu di lima Bakorwil. Lima Bakorwil itu Pamekasan, Jember, Malang, Madiun, kemudian Bojonegoro. Itu diharapkan nanti akan ada koridor TransJatim di sana,” ujarnya.

Meski demikian, usulan tersebut masih berupa dorongan dalam pembahasan Raperda. Belum ada kepastian mengenai jadwal pembukaan koridor baru maupun rute yang akan lebih dahulu dikembangkan di lima wilayah tersebut.

Halim menegaskan, pengembangan transportasi publik tidak cukup hanya dengan memperbanyak jalur bus. Pemerintah juga perlu membangun sistem yang saling terhubung agar perjalanan masyarakat dari satu daerah ke daerah lain lebih mudah.

“Nah, dalam hal inilah Raperda ini kita inisiasi untuk sebetulnya tidak hanya secara sektoral atau parsial itu hanya TransJatim saja, tapi ini dikoneksikan, diintegrasikan,” kata politikus Partai Gerindra ini.

Saat ini, Trans Jatim telah melayani sejumlah rute di Jawa Timur, di antaranya Sidoarjo-Gresik, Surabaya-Mojokerto, Mojokerto-Gresik, Gresik-Lamongan, Surabaya-Bangkalan, Sidoarjo-Mojokerto, Lamongan-Paciran, serta Terminal Hamid Rusdi Malang-Batu.

Perluasan layanan ke lima Bakorwil diharapkan dapat membuka akses angkutan umum bagi masyarakat di wilayah yang belum terjangkau koridor TransJatim. Namun, realisasinya membutuhkan perencanaan rute, kesiapan operasional, dan integrasi dengan moda transportasi lain.

Halim menyebut DPRD Jatim telah melakukan studi banding ke sejumlah daerah yang mengembangkan layanan transportasi publik, seperti Trans Jateng, Trans Jogja, dan TransJakarta. Studi tersebut dilakukan untuk mempelajari pengelolaan layanan sekaligus konektivitas dengan angkutan pengumpan atau feeder.

“Kami sudah datangi semua ke sana. Kami sudah studi banding ke sana untuk mendapatkan gambaran secara utuh adanya Trans Jateng, Trans Jogja, TransJakarta. Bahkan sampai connecting ada feeder yang kemudian dipersiapkan oleh mereka,” jelasnya.

Menurut Halim, keberadaan feeder penting agar masyarakat dapat menjangkau halte atau titik keberangkatan bus dengan lebih mudah, kemudian melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article