Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BPBD Jatim Gelar Modifikasi Cuaca Selama Masa Mudik Lebaran
Kika: Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto dan Kabid Kedaruratan BPBD Jatim Satriyo Nurseno. Dok. BPBD Jatim.
  • Pemprov Jatim melalui BPBD menggelar Operasi Modifikasi Cuaca selama 10 hari, dari 16 hingga 25 Maret 2026, guna mengantisipasi cuaca ekstrem saat mudik dan libur Lebaran.
  • Operasi ini dilakukan dengan penyemaian kapur dan garam pada awan untuk mengendalikan hujan deras, hasil koordinasi antara Pemprov Jatim dan BMKG yang memprediksi potensi cuaca ekstrem pertengahan Maret.
  • Wilayah prioritas meliputi Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Trenggalek, Situbondo, Probolinggo, Pacitan, serta Malang selatan dengan total 22 sortie penerbangan disiapkan sesuai peta potensi hujan BMKG.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menyiapkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem selama masa mudik dan libur Idul Fitri 2026.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Gatot Soebroto mengatakan OMC akan dilakukan selama 10 hari, yakni lima hari sebelum Lebaran hingga lima hari setelah Lebaran. “OMC kita lakukan mulai tanggal 16 Maret 2026 sampai dengan tanggal 25 Maret 2026,” ujar Gatot, Senin (16/3/2026).

Pelaksanaan operasi tersebut merupakan arahan dari Gubernur Jatim sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan masa mudik dan libur Lebaran berlangsung aman dan nyaman bagi masyarakat.

OMC dilakukan dengan metode penyemaian bahan berupa kapur dan garam pada awan untuk mengendalikan potensi hujan berintensitas tinggi. Operasi ini juga merupakan hasil koordinasi antara Pemprov Jatim dengan BMKG yang memprediksi potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi pada pertengahan Maret, meskipun secara umum periode tersebut merupakan akhir musim hujan.

Menurut Gatot, sejumlah wilayah di Jawa Timur menjadi prioritas sasaran pelaksanaan OMC, terutama daerah dengan potensi curah hujan tinggi maupun kawasan yang diperkirakan ramai selama libur Lebaran. Beberapa di antaranya meliputi Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Trenggalek, Situbondo, Probolinggo, Pacitan, hingga wilayah Malang selatan.

Selain itu, kawasan wisata juga menjadi perhatian karena diperkirakan akan mengalami lonjakan kunjungan selama libur Lebaran. Dengan OMC, intensitas hujan diharapkan dapat dikurangi atau dialihkan ke wilayah yang lebih aman.

Dalam pelaksanaannya, BPBD Jatim menyiapkan sebanyak 22 sortie penerbangan untuk kegiatan penyemaian awan. Pelaksanaan sortie akan disesuaikan dengan peta potensi hujan yang disusun oleh BMKG.

Editorial Team