Surabaya, IDN Times – BPBD Jawa Timur (Jatim) melaporkan kondisi kebencanaan di sejumlah wilayah Jatim. Hingga Senin (12/1/2026) siang masih didominasi bencana hidrometeorologi berupa banjir dan banjir luapan sungai. Meski sebagian wilayah mulai surut, BPBD meminta pemerintah daerah dan masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto, mengatakan secara umum kondisi genangan di beberapa daerah terpantau stabil hingga mengalami penurunan. Namun, di beberapa lokasi lain masih terjadi peningkatan debit air akibat curah hujan tinggi dan kiriman air dari wilayah hulu.
“Secara umum tidak ada korban jiwa maupun pengungsi. Namun kami tetap siaga karena dinamika cuaca dan debit sungai masih fluktuatif,” ujar Gatot.
Di Kabupaten Lamongan, banjir luapan Sungai Bengawan Jero masih menggenangi sejumlah kecamatan. Total terdapat 2.033 rumah terdampak serta satu fasilitas umum berupa RSUD Soegiri yang sempat tergenang. Kondisi air saat ini terpantau stabil dan status tanggap darurat hidrometeorologi masih dalam proses perpanjangan. BPBD bersama pemerintah daerah mengoperasikan rumah pompa dan memantau ketinggian debit sungai secara berkala.
Sementara itu, banjir di Kabupaten Sidoarjo yang dipicu hujan lebat dan sistem drainase kurang memadai terpantau mulai terkendali. Beberapa kecamatan seperti Waru, Candi, dan Sidoarjo Kota telah surut, sedangkan genangan di Kecamatan Tanggulangin masih stabil dengan ketinggian sekitar 20–27 sentimeter. Rumah pompa di Desa Kedungbanteng masih terus dioperasikan untuk mempercepat surutnya air.
Di Kabupaten Pasuruan, banjir luapan yang terjadi sejak 9 Januari 2026 di sejumlah kecamatan kini sebagian besar telah surut. Namun, di Kecamatan Beji masih terdapat genangan stabil hingga 30–50 sentimeter di beberapa dusun. BPBD terus memantau tinggi muka air DAS Wrati dan Kedunglarangan untuk mengantisipasi luapan susulan.
Berbeda dengan wilayah lain, kondisi banjir luapan Kali Lamong di Kabupaten Gresik justru mengalami peningkatan, khususnya di Kecamatan Cerme. Ratusan rumah, lahan persawahan, tambak, serta belasan fasilitas umum terdampak. BPBD Kabupaten Gresik telah menyiagakan perahu karet untuk evakuasi jika diperlukan.
Adapun di Kabupaten Jombang, banjir luapan Sungai Marmoyo yang sebelumnya menggenangi beberapa desa di Kecamatan Kudu, Ploso, dan Ngusikan kini menunjukkan tren penurunan. Aktivitas warga kembali berjalan normal meski debit sungai masih terpantau tinggi.
Gatot menegaskan BPBD Jatim terus melakukan pemantauan terpadu bersama BPBD kabupaten/kota, termasuk pengawasan tinggi muka air sungai, pengoperasian pompa, serta kesiapsiagaan personel dan peralatan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama yang berada di daerah rawan banjir dan bantaran sungai. Jika terjadi peningkatan debit air atau kondisi darurat, segera laporkan ke aparat setempat,” pungkasnya.
