Jember, IDN Times - Badan Kehormatan (BK) DPRD Jember menyebut tidak ada aturan khusus yang melarang anggota dewan merokok saat rapat berlangsung. Namun terkait dugaan bermain game saat rapat, BK meminta publik menilai sendiri tindakan tersebut.
Anggota BK DPRD Jember, M. Holil Asyari mengatakan tata tertib DPRD Jember memang belum mengatur larangan merokok dalam forum rapat.
“Sebenarnya begini, merokok dalam kegiatan rapat-rapat itu tidak diatur di dalam tatib,” ujar Holil saat dikonfirmasi IDN Times, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, ruang rapat DPRD juga dilengkapi exhaust fan untuk sirkulasi udara. Bahkan dalam sejumlah hearing bersama masyarakat, peserta rapat kerap diperbolehkan merokok karena tidak ada larangan resmi.
“Kalau hearing dengan masyarakat, ya kita persilakan mereka merokok, memang tidak ada larangan,” katanya.
Meski demikian, Holil mengakui saat ini banyak ruang publik mulai menerapkan aturan kawasan tanpa rokok, termasuk kereta api hingga restoran yang menyediakan ruang khusus merokok.
“Di kereta saja enggak boleh merokok. Di tempat makan pun sekarang banyak ruangan khusus,” ujarnya.
Sementara terkait viralnya anggota DPRD Jember yang diduga bermain game Clash of Clans (CoC) saat rapat, Holil menegaskan forum DPRD seharusnya digunakan secara serius untuk membahas kepentingan masyarakat.
“Masak kita pada waktu rapat serius membahas persoalan masyarakat, malah main game. Ya monggo dinilai sendiri,” tegasnya.
Ia mengingatkan seluruh anggota DPRD agar lebih berhati-hati dalam bersikap karena seluruh aktivitas dewan menjadi perhatian publik.
“Karena anggota DPRD itu akan selalu menjadi perhatian publik. Ke depan anggota DPR juga harus lebih hati-hati dalam bersikap dan bertindak apalagi pada waktu rapat,” lanjut Holil.
Sebelumnya, anggota DPRD Jember, Achmad Syahri As Siddiqi viral di media sosial setelah videonya diduga bermain game sambil merokok saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi D DPRD Jember tersebar luas.
Dalam video tersebut, layar ponsel anggota dewan tampak menampilkan game Clash of Clans di tengah pembahasan layanan kesehatan Kabupaten Jember.
