Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bertambah Lagi, Jemaah Haji Surabaya 2026 Meninggal Jadi 14 Orang
Plt Kanwil Kementrian Haji dan Umrah Jawa Timur, As'adul Anam. (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • Jumlah jemaah haji Embarkasi Surabaya yang meninggal dunia bertambah menjadi 14 orang, dengan 13 wafat di Arab Saudi dan satu di RS Haji Surabaya.
  • Hingga 20 Mei 2026, sebanyak 42.104 jemaah dan petugas atau sekitar 96 persen dari total rencana pemberangkatan telah berangkat ke Tanah Suci dalam 111 kloter.
  • PPIH Embarkasi Surabaya terus mengoptimalkan pengisian kursi kosong serta menjaga ketepatan waktu penerbangan agar operasional haji berjalan lancar, aman, dan sesuai jadwal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Surabaya kembali mengumumkan berita duka. Per Rabu (20/5/3026) jumlah jemaah haji yang meninggal dunia bertambah menjadi 14 orang.

Dari 14 orang jemaah haji itu, 13 di antaranya meninggal di Arab Saudi. Sementara, satu orang meninggal di RS Haji Surabaya.

Dua penambahan jemaah haji yang meninggal di Arab Saudi yakni Mat Sahid (79), Kloter 30 asal Kabupaten Lamongan dan Rohmat Ridwan (64), Kloter 41 asal Kabupaten Bojonegoro.

“Kami turut menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya para jamaah haji. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Ketua PPIH Embarkasi Surabaya Mohammad As’adul Anam.

Hingga saat ini, jumlah jamaah yang masih mengalami penundaan keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya tercatat sebanyak 12 orang yang terdiri atas 7 jamaah sakit, 3 pendamping, dan 2 kategori lain-lain yang masih menjalani observasi kesehatan maupun penjadwalan keberangkatan lanjutan.

Per 20 Mei 2026 pukul 15.00 WIB, sebanyak 42.104 jamaah dan petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci atau mencapai 96 persen dari total rencana pemberangkatan musim haji 1447 H/2026 M.

Total rencana pemberangkatan Embarkasi Surabaya tahun ini sebanyak 44.080 orang yang terdiri atas 42.109 jamaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU) yang terbagi dalam 116 kloter.

Secara kumulatif hingga 19 Mei 2026, sebanyak 40.207 jamaah dan petugas telah diberangkatkan dalam 106 kloter. Pada 20 Mei 2026 terdapat tambahan keberangkatan sebanyak 1.897 orang dari Kloter SUB 107, SUB 108, SUB 109, SUB 110, dan SUB 111, sehingga total kumulatif pemberangkatan mencapai 42.104 orang dalam 111 kloter.

“Alhamdulillah, hingga hari ke-30 operasional pemberangkatan jamaah haji Embarkasi Surabaya berjalan dengan baik dan lancar. Seluruh petugas terus bersinergi memberikan pelayanan terbaik demi memastikan jamaah dapat berangkat dengan aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan operasional, tercatat sebanyak 178 mutasi keluar yang memengaruhi komposisi manifest keberangkatan jamaah. Mutasi keluar tersebut terdiri atas 1 jamaah sakit di daerah, 40 jamaah sakit di Rumah Sakit Haji, 2 jamaah hamil di asrama haji, 20 pendamping jamaah, 1 jamaah wafat di daerah, 42 jamaah tunda dari daerah, 3 jamaah tunda Mecca Route, 42 praman kosong, 2 jamaah sakit di perjalanan, 2 perpindahan nomor urut, serta 23 perpindahan kloter.

PPIH Embarkasi Surabaya juga mencatat sebanyak 102 mutasi masuk yang terdiri atas 34 jamaah dari daftar belum berkloter dan 68 jamaah dari kloter lain yang dialihkan untuk mengisi kursi kosong. Dengan mekanisme tersebut, jumlah open seat hingga saat ini tercatat sebanyak 76 kursi.

“Optimalisasi pengisian kursi kosong terus dilakukan agar kapasitas penerbangan tetap maksimal dan keberangkatan jamaah dapat berjalan efektif sesuai jadwal,” tambah Mohammad As’adul Anam.

Dari aspek ketepatan waktu penerbangan (On Time Performance/OTP), sebanyak 108 kloter tercatat berangkat tepat waktu tanpa keterlambatan maupun percepatan jadwal.

PPIH Embarkasi Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan jamaah selama proses operasional penyelenggaraan ibadah haji berlangsung.

Editorial Team