Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Beredar Kabar Dapur MBG Surabaya Mau Tutup, Emil Cek ke BGN
Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak usai Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Hotel Shangri-La Surabaya, Selasa (14/4/2026). IDN Times/Ardiansyah Fajar.
  • Pesan berantai di WhatsApp menyebut sejumlah dapur di Surabaya terancam berhenti karena dana pemerintah belum cair, memicu kekhawatiran soal kelangsungan operasional.
  • Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak langsung mengecek ke Badan Gizi Nasional dan memastikan tidak semua dapur mengalami kendala pencairan dana seperti yang disebutkan dalam pesan tersebut.
  • Emil menegaskan proses pencairan dana sudah mulai berjalan melalui virtual account masing-masing pengelola, dan pihaknya terus memantau agar layanan tetap berjalan tanpa gangguan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Pesan berantai yang menyebut sejumlah dapur di Surabaya terancam berhenti beroperasi karena dana pemerintah belum cair, beredar luas di grup WhatsApp (WAG), Kamis (8/5/2026). Dalam pesan tersebut disebutkan seluruh dapur di Surabaya mengalami kendala pencairan anggaran hingga terpaksa mempertimbangkan penghentian operasional sementara.

“Sedang terjadi kendala di seluruh dapur di Surabaya bahwa dana dari pemerintah tidak cair. Jika belum cair maka kami terpaksa harus berhenti operasional dahulu sampai dana dari pusat cair,” demikian isi pesan yang beredar pada Kamis (7/5/2026).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak langsung melakukan pengecekan kepada pihak Badan Gizi Nasional (BGN). Emil menyebut persoalan pencairan dana memang terjadi di beberapa dapur, namun tidak seluruhnya seperti yang disebut dalam pesan berantai.

“Barusan saya cek ke BGN, tidak semua dapur mengalami masalah tersebut,” ujar Emil saat dikonfirmasi IDN Times.

Mantan Bupati Trenggalek ini juga menegaskan bahwa kendala pencairan dana tidak hanya terjadi di Surabaya, melainkan juga dialami sejumlah daerah lain. Meski begitu, proses pencairan disebut sudah mulai berjalan.

“Menurut PPK dari BGN, sudah mulai diproses pencairannya,” katanya.

Emil menjelaskan pencairan dana dilakukan melalui mekanisme virtual account masing-masing pihak pengelola dapur. Saat ini, pihaknya memastikan terus memantau perkembangan tersebut agar layanan tetap berjalan dan tidak mengganggu operasional di lapangan.

Hingga kini belum ada keterangan resmi terkait jumlah dapur yang terdampak maupun potensi penghentian operasional akibat keterlambatan pencairan dana tersebut.

Editorial Team