Surabaya, IDN Times - Sekolah Rakyat (SR) Surabaya menyatakan bahwa masing-masing siswa mereka mendapat dua pasang sepatu. Satu sepatu berjenis cats. Sementara satunya adalah sepatu Pakaian Dinas Lapangan (PDL) berwarna putih.
Meski begitu, Kepala Tata Usaha (TU) Sekolah Rakyat Surabaya, Sigit mengatakan bahwa belum semua siswa mendapatkannya. "Sepatu itu dapat dua, dapat yang untuk pesiar dan untuk sekolah biasa (sepatu kets), (untuk sepatu pesiar) pendistribusian bertahap, belum semua dapat ," ujarnya ditemui IDN Times di SR Surabaya, Selasa (12/5/2026).
Tak hanya menyediakan satu unit, jika ada sepatu dan perlengkapan lain rusak, pihak sekolah akan langsung menggantinya. Ia mencontohkan, belum setahun saja sebanyak 16 unit sepatu milik siswa rusak. Kerusakan itu pun telah diajukan penggantian. "Bahkan kalau rusak kemarin baru ada diganti. Langsung pengajuan. Kemarin baru 16 anak itu diganti sepatunya berlubang , Iya, namanya anak kan kalau jalan diseret," kata dia. Saat IDN Times bertandang, suasana sekolah sedang tampak sepi. Para siswa sedang menggelar kegiatan berkemah di luar kota.
Bukan cuma sepatu, Sigit mengatakan, seluruh kebutuhan siswa di SR dipenuhi oleh pemerintah. Mereka hanya tinggal datang membawa badan saja. "Perlengkapan hampir semua dapat, enggak hanya kebersihan diri, seragam, baju santai perlengkapan ibadah, sepatu, tas," ujarnya.
Setidaknya ada sekitar 16 item perlengkapan yang mereka dapat. Untuk seragam sekolah mereka mendapatkan 8 item, mulai dari sepasang baju seragam warna merah putih, baju pesiar, sepasang baju pramuka, batik, olahraga, dua baju polo, dan pakaian dinas lapangan (PDL). Kemudian ada kaos kaki hingga topi.
Bukan cuma itu, mereka juga mendapat perlengkapan sehari-hari, mulai dari tiga pasang baju santai, perlengkapan solat, empat pasang pakaian dalam, sabun mandi, sikat gigi, parfum, hingga deodoran. Bahkan untuk perempuan mendapatkan pembalut.
Selain kebutuhan sandang, segala kebutuhan anak-anak selama tinggal di asrama juga tercukupi. Bila anak-anak tak suka makanan yang disediakan asrama, mereka bisa masak sendiri, semua kebutuhan sudah tersedia.
"Lebih dari luar biasa pokoknya. makan, kalau malam misalnya jam makan sudah selesai ya, anak-anak itu lapar. Itu ada stoknya, ada telur, ada minyak goreng. Jadi apa yang anak enggak suka, enggak cocok lauk, ini kita mengakomodasi," kata dia
Perkara sepatu ini sendiri sempat menjadi permasalahan karena pengadaannya yang dinilai tak wajar. Nilai pengadaannya mencapai Rp700 ribu per pasang. Setelah ramai dibahas, Kementerian Sosial kemudian buru-buru melakukan klarifikasi. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menjelaskan pengadaan sepatu untuk Program Sekolah Rakyat belum masuk tahap lelang dan masih sebatas pagu anggaran. Agus juga mengungkapkan tak akan ada merek tertentu yang disiapkan dalam proyek tersebut, karena konsep sepatu yang akan dipakai disebut bersifat custom dengan spesifikasi khusus.
