Surabaya, IDN Times - Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur (Jatim) menangkap komplotan begal yang beraksi di jalur wisata menuju Bukit Premium Bromo, tepatnya di wilayah Ngembal, Kabupaten Pasuruan. Dalam aksi tersebut, dua perempuan menjadi korban, dengan salah satunya mengalami luka bacok serius.
Panit I Unit III Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, Iptu Ario Senopati mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari penyelidikan intensif yang dilakukan selama beberapa hari terakhir. Polisi kemudian melacak keberadaan pelaku melalui sinyal ponsel yang terdeteksi aktif di wilayah Burneh, Bangkalan.
"Tim melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan satu pelaku berinisial JF yang berperan sebagai joki di daerah Burneh,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Setelah penangkapan tersebut, polisi melanjutkan pengembangan ke wilayah Tutur, Pasuruan. Di lokasi itu, petugas berhasil menangkap pelaku kedua berinisial SAS yang sempat bersembunyi di belakang rumahnya.
Aksi pembegalan terjadi di depan objek wisata Bakti Alam. Pelaku sebelumnya menunggu di lokasi dan mengincar pengendara yang melintas. Polisi menyebut pelaku sempat dua kali gagal mendapatkan target sebelum akhirnya berhasil merampas sepeda motor milik korban.
"Pada percobaan ketiga, korban yang berboncengan tidak mau berhenti saat dipepet. Pelaku kemudian membacok korban menggunakan celurit,” jelas Ario.
Akibat serangan tersebut, salah satu korban mengalami luka serius di bagian bahu kiri dan harus mendapatkan 18 jahitan. Setelah berhasil merampas sepeda motor, pelaku melarikan diri dan menjual hasil kejahatan kepada penadah berinisial M.
Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu bilah celurit yang sebelumnya dibuang di semak-semak sekitar lokasi kejadian, sepeda motor yang digunakan pelaku, serta kendaraan milik korban. Polisi juga menyita dokumen kendaraan dan barang pribadi milik pelaku.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, SAS berperan sebagai eksekutor yang melakukan pembacokan, sedangkan JF bertindak sebagai joki. Polisi juga mengungkap bahwa komplotan ini telah beraksi di enam lokasi berbeda, yakni empat tempat kejadian perkara di Kabupaten Malang dan dua di Kabupaten Pasuruan.
"Ini merupakan aksi keenam mereka. Meski begitu, para pelaku diketahui belum pernah ditangkap sebelumnya," kata Ario.
Satu pelaku lain berinisial AI sebelumnya telah ditangkap oleh Polres Pasuruan. Saat ini, kepolisian masih melakukan pengembangan untuk memburu penadah serta menelusuri kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat.
