Surabaya, IDN Times - Posko Jatim Menggugat sempat dikabarkan dirusak orang tak dikenal. Tenda yang berdiri di Taman Apsari Surabaya, diklaim dibawa oleh sekelompok orang tak dikenal Senin (25/8/2025) dini hari. Tak hanya itu, beberapa kardus berisi air mineral dan donasi uang yang terdapat di posko disebut oleh inisiatornya, M. Sholeh, juga ikut hilang.
Sholeh pun sempat menyampaikan kalau akan melaporkan kejadian ini ke kepolisian setempat. Sementara Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan tak ada laporan masuk mengenai penyerangan maupun pengerusakan posko yang dimaksud.
"Saya cek ke SPKT Polda Jatim belum ada pelaporan terkait pengrusakan tersebut," ujarnya melalui pesan tertulis.
Sedangkan Sholeh menyampaikan hal berbeda. Ia menegaskan kalau sudah datang ke Polda Jatim untuk membuat laporan polisi. Namun ia menyebut, laporannya ditolak. Kemudian diarahkan membuat pengaduan masyarakat (dumas).
"Laporannya ditolak, diarahkan untuk membuat pengaduan. Bagi saya wong ini kejadian tindak pidana kok pakai pengaduan gitu loh. Ini bukan utang-piutang ini. Ini ada kerusakan, ada perampokan,” kata Sholeh.
Sholeh mengatakan laporan itu tak diterima karena pihaknya disebut tak memiliki legal standing. Padahal dia sudah membawa bukti rekaman CCTV yang menampilkan kejadian tersebut.
"Kita bukti ada petunjuk yaitu rekaman CCTV di mana yang menunjukkan di situ mereka pelaku-pelaku itu membawai tenda itu di dalam truk,” ucapnya.
Sholeh menegaskan, pihaknya tetap menjalankan kewajiban untuk melapor, meski ditolak. Hal ini, kata dia, sebagai bukti bahwa pihaknya tak mengada-ada. Di sisi lain, Sholeh memastikan aksi Rakyat Jawa Timur Menggugat akan terus berjalan hingga puncaknya pada 3 September 2025 mendatang.
"Kalau laporan ditolak ya sudah enggak apa-apa. Tetap jalan yang penting demo tanggal 3 September tidak akan surut dengan kejadian itu,” tegasnya.
Dalam aksinya, ada tiga tuntutan. Antara lain, meminta Khofifah menghapus pajak dan tunggakan pajak kendaraan bermotor seperti yang berlaku di Jawa Barat, baik roda dua maupun roda empat. Kedua mengusut tuntas dugaan korupsi dana hibah Pemprov Jatim triliunan rupiah yang diduga melibatkan Khofifah Gubernur Jatim. Ketiga, hapus dugaan pungli di SMA/ SMK Negeri di Jatim.
Sementara pantauan di lokasi per Selasa (26/8/2025), tenda posko saat ini sudah ada lagi. Kemudian juga kardus air mineral menumpuk di Taman Apsari Surabaya. Ditambah tulisan besar, Posko Rakyat Jawa Timur Menggugat.