Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bayi Tewas di Gresik: Autopsi Ungkap Dugaan Kekerasan, CCTV Ditelusuri
Penemuan bayi dalam kresek di Mojosarirejo, Driyorejo. Dok. Polsek Driyorejo.
  • Warga Desa Mojosarirejo, Gresik, digemparkan penemuan jasad bayi laki-laki dalam plastik hitam yang diperkirakan berusia seminggu dan telah meninggal sekitar 18 jam sebelum ditemukan.
  • Hasil autopsi menunjukkan adanya luka akibat benturan benda tumpul di kepala serta pendarahan dan pembengkakan di wajah, menguatkan dugaan tindak kekerasan hingga menyebabkan kematian.
  • Polisi memperdalam penyelidikan dengan menelusuri rekaman CCTV radius lima kilometer dan memeriksa belasan saksi untuk memburu pelaku yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan bayi tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Gresik, IDN Times - Kasus penemuan jasad bayi laki-laki di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, memasuki babak serius. Polisi memastikan adanya dugaan kuat tindak kekerasan yang mengarah pada pembunuhan, bukan sekadar pembuangan bayi.

Peristiwa ini pertama kali menggemparkan warga Desa Mojosarirejo pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu, warga menemukan bayi laki-laki yang diperkirakan berusia sekitar satu minggu dalam kondisi meninggal dunia, terbungkus plastik hitam.

Temuan tersebut langsung dilaporkan ke pihak kepolisian. Jasad bayi kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab kematian.

Hasil autopsi mengungkap fakta, ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban yang mengindikasikan adanya tindak kekerasan. Bahkan, bayi tersebut diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 18 jam sebelum dilakukan pemeriksaan.

Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Arya Widjaya, mengatakan pihaknya kini tengah memburu pelaku dan memperdalam penyelidikan. “Kami sedang mendalami rekaman CCTV di sekitar lokasi dengan radius lima kilometer,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Selain itu, polisi juga telah memeriksa belasan saksi untuk mengungkap pelaku di balik peristiwa tersebut. Dari hasil penyelidikan sementara, penyebab kematian korban diduga akibat benturan benda tumpul di bagian kepala. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya pendarahan di bagian belakang kepala, serta pembengkakan pada area hidung dan mulut.

“Sehingga kuat dugaan, kasus ini bukan sekadar pembuangan bayi, melainkan pembunuhan,” tegas Arya.

Hingga kini, polisi masih terus mengumpulkan bukti dan menelusuri jejak pelaku. Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut untuk segera melapor guna membantu proses pengungkapan kasus.

Editorial Team