Magetan, IDN Times – Kecelakaan kerja tragis kembali terjadi di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Seorang pekerja tambang batu bata, Suyono (40), tewas setelah tertimbun longsoran tebing tanah setinggi sekitar tiga meter di lokasi galian Desa Sugihwaras, Kecamatan Maospati, Minggu (25/1/2026) pagi.
Baru Mulai Menggali, Pekerja Tambang di Magetan Tewas Tertimbun

Intinya sih...
Tebing setinggi 3 meter longsor saat pekerja baru mulai menggali. Enam orang bekerja, tanpa peringatan tebing runtuh menimbun korban.
Suyono ditemukan hidup setelah tertimbun, namun meninggal di perjalanan ke rumah sakit. Polisi memastikan korban meninggal akibat kecelakaan kerja.
Polisi tutup sementara lokasi tambang untuk mencegah terjadinya korban jiwa berikutnya. Peralatan kerja milik korban ditemukan di titik longsoran.
1. Tebing setinggi 3 meter longsor saat pekerja baru mulai menggali
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, enam orang pekerja baru saja memulai aktivitas menggali tanah untuk bahan baku pembuatan batu bata.
Tanpa peringatan, tebing tanah dengan ketinggian sekitar tiga meter dan panjang lebih dari sepuluh meter tiba-tiba runtuh. Korban yang berada tepat di bawah tebing tidak sempat menyelamatkan diri dan langsung tertimbun material longsor.
“Enam orang mulai bekerja, mendadak tebing itu longsor dan menimbun korban,” kata Kepala Desa Sugihwaras, Wignyo Martono.
2. Sempat ditemukan hidup, korban meninggal di perjalanan ke RS
Rekan-rekan korban segera melakukan penyelamatan. Sekitar sepuluh menit kemudian, Suyono berhasil ditemukan dalam kondisi masih hidup.
Korban langsung dilarikan menuju RSUD dr. Sayidiman Magetan untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nahas, korban menghembuskan napas terakhir saat masih dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Kapolsek Maospati, AKP Vista Dwi Pujiningsih, memastikan korban meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.
“Korban tertimbun longsor dan meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit. Kami langsung melakukan olah TKP,” jelasnya.
3. Polisi tutup lokasi tambang
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah peralatan kerja milik korban, seperti cangkul dan pengki, ditemukan di titik longsoran.
Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah ibunya di Desa Ngaglik, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, dan dilakukan visum di rumah. Polisi memastikan peristiwa tersebut merupakan kecelakaan kerja murni.
Sebagai langkah pengamanan, polisi menutup sementara lokasi tambang galian tanah milik Warto (50) guna mencegah terjadinya korban jiwa berikutnya.