Ngawi, IDN Times – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Ngawi sejak siang hingga petang, Sabtu (14/2/2026), memicu banjir luapan di Desa Sirigan, Kecamatan Paron. Derasnya arus air membuat rumah seorang lansia, Misinah (57), nyaris ambruk setelah dinding dan bagian atapnya jebol diterjang banjir.
Rumah berbahan dominan kayu itu tampak rusak cukup parah. Dinding bagian depan dan belakang roboh, sementara tiang penyangga atap di sisi belakang hanyut terbawa arus. Sejumlah perabotan rumah tangga pun ikut tersapu air.
Banjir Terjang Sirigan Paron, Rumah Lansia di Ngawi Nyaris Ambruk

Intinya sih...
Hujan deras sejak siang hingga petang memicu banjir luapan di Desa Sirigan, Kecamatan Paron.
Debit air meningkat drastis sekitar pukul 16.30 WIB, menyebabkan evakuasi dramatis dan akses jalan terputus.
Banjir merusak rumah lansia Misinah, pondasi calon bangunan rumah lain ambrol, dan memutus akses jalan antar-kecamatan selama hampir satu jam.
1. Air naik mendadak setinggi pinggang
Sumarti, tetangga korban, mengatakan debit air meningkat drastis sekitar pukul 16.30 WIB. Sebelum masuk ke permukiman warga, luapan air lebih dulu menggenangi akses jalan utama Paron–Kedunggalar.
“Airnya naik sangat tiba-tiba. Tingginya lebih dari 80 sentimeter atau setinggi pinggang orang dewasa,” ujar Sumarti di lokasi kejadian.
Menurutnya, banjir berasal dari luapan area persawahan dan sungai di sekitar desa yang tak mampu menampung tingginya curah hujan sejak siang.
2. Evakuasi berlangsung dramatis
Saat air mulai masuk ke dalam rumah, keluarga dan warga sekitar bergegas melakukan evakuasi. Saudara kandung Misinah lebih dulu dipindahkan ke rumah tetangga. Namun Misinah sempat menolak meninggalkan rumahnya meski kondisi air terus naik. “Sempat tidak mau dievakuasi. Baru mau keluar setelah dipaksa warga karena situasinya sudah sangat berbahaya,” tambah Sumarti.
Warga akhirnya berhasil membawa Misinah ke tempat yang lebih aman sebelum struktur rumah semakin rapuh.
3. Akses jalan sempat terputus
Selain merusak rumah Misinah, banjir juga berdampak pada infrastruktur warga lain. Sebuah pondasi calon bangunan rumah di bibir kali dilaporkan ambrol sebagian dan menyisakan lubang cukup dalam.
Luapan air bahkan sempat memutus akses jalan antar-kecamatan selama hampir satu jam. Menjelang petang, debit air berangsur surut dan kendaraan kembali bisa melintas.
Meski kondisi mulai normal, warga Desa Sirigan masih waspada terhadap kemungkinan hujan susulan. Mereka berharap ada langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali mengancam permukiman, terutama rumah-rumah yang berada di bantaran sungai.