Surabaya, IDN Times - Luapan air akibat hujan deras menggenangi jalur rel di wilayah perbatasan Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim). Sehingga mengganggu perjalanan sejumlah kereta api yang melintas di lintas utara.
Berdasarkan keterangan resmi PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya, genangan terjadi di Jembatan 46 KM 21+9/0 pada petak jalan antara Stasiun Tegowanu–Stasiun Brumbung, serta di Jembatan 59 KM 27+9/0 pada petak Gubug–Tegowanu.
Luapan air tersebut berdampak pada prasarana perkeretaapian sehingga KAI melakukan penyesuaian pola operasi perjalanan sebagai langkah antisipatif demi menjaga keselamatan.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan pembatasan kecepatan diberlakukan setelah dilakukan penanganan dan pemeriksaan menyeluruh di lokasi.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Keselamatan dan keamanan perjalanan tetap menjadi prioritas utama KAI. Jalur pada petak terdampak sudah dapat dilalui kembali dengan kecepatan terbatas sebagai langkah mitigasi,” ujar Mahendro, Senin (16/2/2026).
Sebelumnya, genangan air di sekitar jembatan membuat KAI mengalihkan rute sejumlah perjalanan melalui lintas Brumbung–Gundih–Gambringan. Pengalihan ini menyebabkan keterlambatan kedatangan beberapa kereta jarak jauh tujuan Surabaya dan Malang.
Kereta yang terdampak antara lain KA Argo Anjasmoro relasi Gambir–Surabaya Pasarturi, KA Gumarang relasi Pasar Senen–Surabaya Pasarturi, KA Jayabaya relasi Pasar Senen–Surabaya Pasarturi–Malang, serta KA Harina relasi Bandung–Surabaya Pasarturi.
Setelah penanganan intensif oleh petugas prasarana, jalur dinyatakan aman untuk dilalui dengan pembatasan kecepatan. Petugas juga terus melakukan pemantauan berkala hingga kondisi infrastruktur benar-benar stabil.
KAI Daop 8 Surabaya mengimbau pelanggan untuk memantau informasi resmi dan menyesuaikan rencana perjalanan dengan mempertimbangkan potensi keterlambatan akibat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
