Surabaya, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) memastikan kesiapan penuh menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026. Selain menyiagakan ribuan armada dari berbagai moda transportasi, optimalisasi operasional Bandara Dhoho Kediri menjadi salah satu strategi utama mengurai kepadatan arus pergerakan masyarakat.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyebut kesiapan lintas moda telah dimatangkan bersama Kementerian Perhubungan dan seluruh stakeholder. Total armada yang disiagakan mencapai 6.637 bus, 148 trainset kereta api, 302 pesawat udara, 55 kapal laut, serta 71 kapal penyeberangan dengan total 241 trip.
“Seluruh moda kami siapkan maksimal agar arus mudik dan balik berjalan aman, lancar, dan selamat,” ujarnya.
Salah satu perhatian khusus adalah penguatan konektivitas wilayah selatan dan kawasan Mataraman melalui optimalisasi operasional Bandara Dhoho. Kehadiran penerbangan Super Airjet tiga kali dalam seminggu dinilai mampu mengurai kepadatan pergerakan dari dan menuju Surabaya.
“Beroperasinya Bandara Dhoho menjadi solusi untuk mengurai kepadatan di kawasan Mataraman,” tegasnya.
Selain transportasi udara, jalur darat dan laut juga mendapat perhatian serius. Jalur tol Kraksaan–Gending kembali difungsikan untuk mendukung arus ke wilayah timur Jatim, dengan tambahan SPBU portable untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.
Sekadar diketahui, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, sebanyak 27,29 juta orang diperkirakan bergerak menuju Jatim pada musim mudik tahun ini, menjadikan provinsi ini tujuan mudik tertinggi kedua secara nasional setelah Jawa Tengah. Pergerakan penumpang angkutan umum juga diproyeksikan naik 5,19 persen, dari 7,3 juta menjadi 7,7 juta penumpang.
