Surabaya, IDN Times - Bandara Internasional Dhoho Kediri bersiap melayani gerbang penerbangan untuk musim haji 2027. Embarkasi Dhoho akan melayani 10.600 calon jemaah haji dari beberapa wilayah di Jawa Timur bakal berangkat lewat bandara tersebut.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Haji dan Umrah Jawa Timur, Mahmudi mengatakan, pihaknya kini telah menyiapkan berbagai hal agar bandara tersebut siap melayani calon jemaah haji.
"Jadi 10.600 jemaah yang kita siapkan dan insyaallah dengan petugasnya sampai sekitar 10.700. Ini yang insyaallah yang kita sudah-sudah skemakan," ujarnya, Selasa (20/12/2026).
Nanti, calon jemaah yang akan berangkat melalui Bandara Dhoho adalah 15 kabupaten di sekitar Kediri, mulai Ngawi, Magetan, Madiun, Madiun Kota, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Bojonegoro Jombang dan tentunya Kediri.
Mengenai penginapan, pihaknya menyiapkan dua skema. Skema kedua penginapan berbasis hotel. "Jadi begini, jadi kemarin sudah kita buatkan skema, pertama berbasis hotel, ya," ungkap dia.
Skema berikutnya adalah calon jemaah akan ditempatkan di asrama milik PT Gudang Garam. Pihaknya telah meninjau asrama tersebut, hasilnya layak untuk calon jemaah.
"Kemarin kami nengok ya, jadi kami itu melihat kondisi mess itu sangat representatif karena dari segi keamanan, dari segi kenyamanan jemaah itu akan dapat, tapi butuh, memang butuh satu servis-servislah kecil gitu," pungkas dia.
Diketahui, kuota haji Jawa Timur 2027 ditetapkan 42.409 jemaah, sama seperti tahun sebelumnya, dengan 2.210 calon jemaah lansia atau sekitar 5 persen.
Calon jemaah tertua berusia 109 tahun dan termuda 13 tahun; lansia harus bebas dari penyakit terlarang, mampu beraktivitas, serta tidak mengalami demensia.
Persiapan haji Jawa Timur memasuki pembuatan paspor, lalu penerbitan surat istithaah, jemaah diminta menjaga kesehatan agar memenuhi syarat keberangkatan.
