Bambang Rukminto saat memperlihatkan pistol milik pelaku yang menodong dirinya. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Bambang menceritakan jika sejak keluar dari ATM sebuah minimarket di Jalan Danau Kerinci Kelurahan Sawojajar, ia tidak sekalipun merasa diikuti seseorang. Pasalnya kondisi jalan juga masih banyak kendaraan, jadi ia santai saja menunggangi motor. Selain itu, jarak ATM dan rumahnya hanya sekitar 400 meter, membuatnya tidak memiliki kecurigaan apapun.
Kemudian ia mengklarifikasi kalau pistol yang digunakan keempat pelaku bukanlah airsoft gun. Melainkan semacam replika pistol revolver yang biasa digunakan sebagai korek api. Tapi ukuran dan bentuknya 90 persen mirip senjata api asli.
"Tapi kalau orang awam pastinya takut, karena replikanya mirip sekali. Ini harus jadi perhatian pemerintah daerah, bahwa ternyata di daerah kita yang aman dan nyaman masih ada kelompok-kelompok bersenjata," pungkasnya.
Sebaliknya, polisi menduga jika motif pelaku hanya ngin menguasai harta korban. Pasalnya, pelaku meminta handphone milik Bambang diserahkan saat kondisi jalan cukup sepi.
"Sementara yang kami dapat dari Pak Bambang bahwa pelaku mencoba mendapatkan handphone milik Pak Bambang. Belum ada yang mengarah ke hal lain," ujar Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Bayu Febrianto Prayoga.
Bayu juga mengatakan jika pistol yang digunakan oleh keempat pelaku adalah pistol replika. Gunanya untuk menakut-nakuti korban agar menuruti keinginan pelaku.