Surabaya, IDN Times - Atap sebuah rumah di Jalan Kupang Kranjan, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Jawa Timur, ambrol, Selasa (13/1/2026) dini hari. Seorang bayi 7 bulan dan balita 5 tahun mengalami luka-luka.
Rumah itu dihuni oleh tujuh orang dengan dua KK. Dari tujuh orang itu, dua di antaranya adalah bayi dan balita.
Kerusakan terjadi pada bagian atap kamar tidur akibat rangka bangunan yang sudah lapuk dimakan usia. Kondisi tersebut membuat rumah tidak aman untuk ditempati karena berisiko terjadi ambruk susulan.
"Untuk atap mengalami kerusakan di bagian kamar tidur. Sebagai rangka atap keseluruhan sudah lapuk dan berpotensi ambruk susulan," ujar Kabid Darlog BPBD Kota Surabaya, Linda Novanti.
Runtuhan atap ini mengenai bayi dan balita yang berada di atas kasur. Akibatnya mereka mengalami luka-luka.
"Untuk kondisi bayi 7 bulan sadar, mengalami luka lecet bagian bahu tangan sebelah kiri. Sementara balita 5 bulan sadar, mengalami luka lecet bahu tangan sebelah kiri," jelas dia.
Sementara waktu, keluarga terdampak mengungsi ke rumah saudara terdekat demi keselamatan. Pendampingan dilakukan agar warga tetap merasa aman dan kebutuhan dasarnya terpenuhi.
"Untuk rutilahu (program pembetulan rumah tidak layak huni) sedang diproses oleh pihak Kelurahan Sawahan," sebutnya.
BPBD Kota Surabaya melakukan pembersihan puing-puing serta memberikan bantuan kebutuhan dasar bagi keluarga terdampak. Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan permakanan, perlengkapan tidur, perlengkapan kebersihan, hingga kebutuhan anak-anak.
