Malang, IDN Times - Polisi telah menetapkan empat tersangka dalam insiden penyerangan pada wisatawan asal Surabaya di Pantai Wedi Awu Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang pada Selasa (5/5/2026) dini hari. Manajemen Arema FC dan Aremania Utas rencananya akan memberikan bantuan hukum pada Aremania yang terlibat dalam insiden ini.
Arema Beri Pendampingan Hukum pada Pelaku Penyerangan di Pantai Malang

1. Arema FC dan Aremania Utas akan memberikan pendampingan hukum pada keempat pelaku
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi menyatakan jika klub bersama organisasi Aremania Utas akan berkomitmen untuk membantu memberikan pendampingan hukum bagi warga yang diduga terlibat dalam kasus penyerangan di Pantai Wedi Awu. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral dan upaya menjaga kondusivitas persaudaraan sesama Aremania.
"Tim kuasa hukum telah kami siapkan untuk mendampingi warga yang menjadi tersangka selama proses hukum berlangsung. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan upaya menjaga kondusivitas persaudaraan di Bumi Arema, menyusul penetapan empat tersangka oleh Polres Malang atas kasus pengeroyokan dan perusakan mobil wisatawan asal Surabaya di Pantai Wedi Awu," terangnya pada Sabtu (9/5/2026).
2. Arema FC dan Aremania Utas akui tindakan keempatnya salah, tapi menurutnya mereka berhak mendapatkan pendampingan hukum
Yusrinal menegaskan jika tindakan keempatnya memang salah hingga menyebabkan pengerusakan dan beberapa orang luka-luka. Tapi insiden ini menurutnya harus disikapi dengan kepala dingin dan semangat untuk berbenah bersama.
"Kami hadir bukan untuk membenarkan tindakan yang melanggar hukum, namun sebagai keluarga besar, Arema FC dan Aremania Utas ingin memastikan adanya pendampingan hukum yang adil. Kami ingin situasi tetap tenang dan kekeluargaan tetap menjadi prioritas," ujarnya.
3. Manajemen Arema FC minta Aremania belajar dari kasus ini
Lebih lanjut, pria berkacamata ini berharap Aremania belajar dari kasus ini bahwa kekerasan apapun alasannya akan memberikan dampak hukum. Sehingga ia minta Aremania bisa menyikapi provokasi dengan mengedepankan kepala dingin kedepannya.
"Jadi langkah ini juga merupakan bagian dari edukasi kepada Aremania dan masyarakat agar di masa depan kejadian serupa tidak terulang kembali. Terutama yang menyangkut kenyamanan wisatawan di wilayah Malang Raya," pungkasnya.