Malang, IDN Times - Mantan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan mengunjungi Universitas Brawijaya (UB) pada Selasa (10/3/2026). Di sana ia bertemu dengan para mahasiswa yang ada di Malang Raya dan mendengarkan keluh kesah mereka. Salah satunya dari mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang resah dengan pemerintah Indonesia.
Anies Beri Wejangan Mahasiswa di Malang yang Galau Situasi Indonesia

1. Mahasiswa di Malang resah karena ingin mengabdi untuk Indonesia, tapi satu sisi kebijakan pejabat membuat sakit hati
Salah seorang mahasiswa menyampaikan keluh kesahnya sebagai lulusan S1 di Indonesia, ia menyampaikan memiliki keinginan kuat untuk mengabdi di Indonesia. Tapi di satu sisi, ia kecewa dengan kebijakan-kebijakan di Indonesia yang membuat semangatnya jatuh.
Dalam kesempatan tersebut, Anies menegaskan jika mahasiswa Indonesia harus berani melakukan protes jika kebajikan pemerintah dirasa memberatkan mereka. Ia menekankan mahasiswa Indonesia harus berani mengkritik pemerintah.
"Ini tentu harus diprotes, karena tugas utama pemerintah adalah memfasilitasi warganya. Kalau pemerintah hanya memfasilitasi dirinya dan tidak memfasilitasi warganya, maka itu tidak menjalankan amanah konstitusi. Makanya harus diprotes," terangnya.
2. Anies menegaskan jika kebijakan pemerintah bisa digugat di pengadilan
Anies menegaskan jika pemerintah harus mengoreksi diri dan memfasilitasi kebutuhan masyarakatnya. Jika tidak, ia mengatakan jika masyarakat atau mahasiswa bisa mengungkap aturan yang tidak berkeadilan di pengadilan.
"Anda bisa menggunakan jalur PTUN atau lewat jalur MA. Kalau hanya berkeluh kesah di sosmed tidak akan menyelesaikan masalah, tuntut! Karena semua warga negara memiliki hak untuk itu," tegasnya.
3. Ini saran Anies untuk mahasiswa tersebut agar tidak menyerah dengan mimpinya
Lebih lanjut, Anies mengingatkan mahasiswa tersebut untuk tidak menyerah dengan mimpinya setelah lulus dari kampus. Menurutnya, mahasiswa tersebut harus berjuang dan tidak mudah menyerah.
"Apply-daftar-berusaha itu jalan terus, dan seringkali kalau kita mendengarkan cerita atau kisah itu cuma di ujungnya saja. Tapi sering kita melewatkan prosesnya, padahal prosesnya itu jatuh bangun dan daftar berkali-kali sampai bisa dapat," pungkasnya.