Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Angkot di Kota Malang akan Jadi Feeder Trans Jatim
Para sopir angkot di Kota Malang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
  • Pemkot Malang berencana menjadikan angkot sebagai feeder Bus Trans Jatim agar transportasi publik lebih terintegrasi dan menjangkau wilayah yang tidak dilalui bus besar.
  • Dishub Malang mencatat hanya 180 dari 600 angkot yang layak beroperasi, dan akan melakukan uji coba sekitar 80 angkot sebagai feeder sebelum memperluas jumlah armada.
  • Angkot di Kota Malang akan memiliki peran ganda, yaitu mengangkut pelajar secara gratis pada jam sekolah dan menjadi feeder Bus Trans Jatim di luar jam tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Malang, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tengah mengembangkan peran angkot agar kebih luas di Kota Malang. Tidak hanya akan mengangkut siswa secara gratis, angkot-angkot ini akan dipersiapkan menjadi feeder bagi Bus Trans Jatim di Kota Malang.

1. Trans Jatim semakin diminati, angkot di Kota Malang akan jadi feeder

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengungkapkan jika mereka tengah merencanakan agar angkot di Kota Malang bisa menjadi feeder atau pengumpan layanan bus Trans Jatim. Rencana ini ada upaya Pemkot Malang untuk memaksimalkan kembali peran angkot di Kota Malang yang kian sepi. "Jadi karena Trans Jatim ini semakin diminati di Kota Malang, jadi kita akan gunakan angkot agar terintegrasi dengan Trans Jatim. Jadi masyarakat yang rumahnya tidak dilalui bus besar bisa tetap terlayani," terangnya pada Senin (11/5/2026).

Wahyu berharap dengan rencana pemaksimalan peran angkot sebagai feeder Bus Trans Jatim ini akan bisa menjadi jawaban keresahan sopir angkot yang semakin sepi penumpang. Tapi ia tetap mengingatkan jika pelayanan yang baiklah yang bisa membuat penumpang betah menggunakan transportasi umum seperti angkot.

2. Dishub Kota Malang segera uji coba feeder Bus Trans Jatima

Ilustrasi angkot di Kota Malang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengungkapkan jika di Kota Malang saat ini tepercatat ada 25 trayek angkot di Kota Malang, tapi hanya 15 trayek saja yang benar-benar aktif. Oleh karena itu, rencananya trayek-trayek yang mati ini akan diaktifkan lagi sebagai feeder Bus Trans Jatim.

"Tapi ada masalah soal kelayakan kendaraan angkot ini, dari sekitar 600 angkot yang kita data, hanya 180an yang dinyatakan layak. Jadi standar kelayakan ini yang harus diperbaiki jika ingin jadi feeder untuk Trans Jatim," tegasnya.

Meskipun demikian, Widjaja sudah mempersiapkan ujian coba angkot feeder untuk Trans Jatim dalam waktu dekat. Ia merencanakan sekitar 80 angkot untuk menunjang Bus Trans Jatim. Seandainya uji coba ini sukses, armada angkot feeder akan ditambah sesuai kebutuhan masyarakat.

3. Angkot di Kota Malang akan memiliki peran ganda

Para sopir angkot di Kota Malang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Lebih lanjut, Widjaja menjelaskan jika angkot di Kota Malang akan memiliki peran ganda kedepannya. Sebelumnya angkot telah ditetapkan sebagai angkutan gratis untuk siswa-siswi di Kota Malang.

"Sehingga angkot ini saat jam berangkat dan pulang sekolah, mereka menjadi angkutan pelajar. Nah di luar jam itu, mereka jadi feeder untuk Trans Jatim," pungkasnya.

Editorial Team