Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Anggota KPPS di Malang Meninggal, Begini Kronologinya
Ilustrasi korban lakalantas. (IDN Times/Sukma Shakti)

Malang, IDN Times - Kabar duka menyelimuti salah satu TPS di Kota Malang. Pasalnya seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 04, Kelurahan Tlogomas meninggal dunia usai melakukan tugasnya pada pemilihan umum, Rabu (17/4/2019).

Petugas KPPS yang meninggal tersebut diketahui bernama Agus Susanto warga kelurahan Tlogomas RT 06 RW 01. Ia meninggal usai menyelesaikan tugasnya sebagai petugas KPPS atau tepatnya pada Kamis (18/4). Sebelum meninggal dunia, yang bersangkutan juga masih mengawal logistik pemilu hingga kelurahan.

1. Tak ada tanda-tanda sakit

Ilustrasi. IDN Times/Sukma Shakti


Kabar meninggalnya seorang anggota KPPS tersebut akhirnya diterima oleh ketua KPU Kota Malang, Zainudin. Saat dikonfirmasi pihaknya menjelaskan bahwa sebelumnya tidak ada tanda-tanda sakit pada yang bersangkutan. Namun, memang sejak sepekan terakhir cukup banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mempersiapkan pemilihan hari Rabu lalu.

"Untuk KPPS memang rata-rata seminggu sebelumnya sudah mulai aktif. Mereka biasanya menjalani bimtek, sosialisasi, membagikan formulir C6 hingga menyiapkan TPS, menjaga TPS sampai dengan menghitung suara. Jadi tidak ada tanda-tanda sakit, ini sudah menjadi takdir," ucapnya.

2. Ucapkan belasungkawa kepada keluarga korban

Ilustrasi korban lakalantas. (IDN Times/Sukma Shakti)

Kejadian tersebut tentu menjadi duka bersama bagi KPU Kota Malang. Untuk itu, Zainudin menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Agus Susanto.

"Dari info yang saya terima,beliau masih sempat menyelesaikan tugasnya. Bahkan hingga mengantarkan logistik pemilu ke kelurahan. Kemudian beliau izin pulang untuk beristirahat dan setelah itu berpulang ke Rahmatullah," tambahnya.

3. Berikan santunan untuk keluarga

Ilustrasi pemilihan ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

 

Lebih lanjut, Zainudin menambahkan bahwa tidak ada fasilitas asuransi kematian. Ia menyebut bahwa hal tersebut bukan bagian dari fasilitas penyelenggara pemilu. Namun demikian, secara pribadi dirinya mengakui akan memberikan santunan untuk keluarga korban.

"Kalau dari pribadi nanti akan kami berikan. Kami menganggap semua penyelenggara pemilu adalah bagian dati keluarga. Tetapi kalau untuk back up asuransi yang lain tidak ada," imbuhnya.

4. Sebelumnya pernah ada kejadian serupa

foto hanya ilustrasi (IDN Times/Reza Iqbal)

 

Di sisi lain, Zainudin menjelaskan bahwa sebelumnya ada kasus serupa yang terjadi di wilayah Kota Malang. Tepatnya pada pemilu 5 tahun lalu. Saat itu, salah seorang petugas TPS di kecamatan Sukun juga meninggal dunia.

"Tahun 2014 lalu juga ada (yang meninggal) di Sukun. Ini kejadian kedua," tandasnya.

Editorial Team