Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Anggota DPRD Jember Viral Ternyata Main Clash of Clans
Anggota DPRD Jember, Achmad Syahri As Siddiqi yang viral karena diduga bermain game sambil merokok saat rapat. Dok. Istimewa.
  • Anggota DPRD Jember, Achmad Syahri As Siddiqi, viral karena tertangkap kamera bermain Clash of Clans sambil merokok saat rapat Komisi D membahas layanan kesehatan.
  • Video yang beredar menunjukkan layar ponsel menampilkan antarmuka game CoC, memicu kritik publik karena dianggap tidak pantas dilakukan di forum resmi pemerintahan.
  • Ketua DPRD Jember Abdul Halim meminta maaf atas kejadian tersebut dan memastikan kasusnya diproses oleh Badan Kehormatan Dewan dengan kemungkinan sanksi administratif atau disiplin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jember, IDN Times - Anggota DPRD Jember, Achmad Syahri As Siddiqi yang viral karena diduga bermain game sambil merokok saat rapat ternyata diketahui memainkan game populer Clash of Clans (CoC). Aksi tersebut menuai sorotan publik karena dilakukan di tengah Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi D DPRD Jember yang membahas layanan kesehatan.

Dari video yang beredar di media sosial, layar ponsel anggota dewan tersebut tampak menampilkan antarmuka permainan Clash of Clans. Game strategi berbasis daring itu dikenal luas sebagai salah satu permainan mobile paling populer di dunia.

Clash of Clans merupakan game besutan perusahaan Supercell asal Finlandia yang dirilis sejak 2012. Dalam permainan tersebut, pemain membangun desa, melatih pasukan dan menyerang markas pemain lain untuk mendapatkan sumber daya.

Game ini juga memiliki fitur perang antar kelompok atau clan war yang membuat pemain harus aktif memantau permainan secara real time. Tak sedikit pemain CoC rela bermain berjam-jam demi mempertahankan markas atau mengikuti perang klan.

Viralnya video anggota DPRD Jember bermain CoC saat rapat memicu kritik dari masyarakat. Apalagi rapat saat itu membahas isu layanan kesehatan yang dianggap penting bagi publik.

Ketua DPRD Jember Abdul Halim pun menyampaikan permohonan maaf atas perilaku anggota dewan tersebut. Ia memastikan persoalan itu akan diproses melalui Badan Kehormatan Dewan (BKD).

“Atas nama pimpinan DPRD Jember, kami menyampaikan permohonan maaf atas perbuatan anggota kami. Tentunya ini akan ada proses menyangkut etika DPRD. Dan kami juga tegur yang bersangkutan,” ujar Halim saat dikonfirmasi IDN Times.

Menurut Halim, anggota dewan yang viral itu juga akan dipanggil untuk memberikan klarifikasi. DPRD Jember bahkan membuka kemungkinan pemberian sanksi administratif maupun disiplin.

“Prosesnya nanti akan kita proses di BKD. Secara kelembagaan mungkin akan ada sanksi administrasi atau sanksi disiplin,” katanya.

Sebelumnya, video anggota DPRD Jember bermain ponsel sambil memegang rokok saat rapat Komisi D tersebar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, ia tampak fokus menggerakkan jari di layar ponsel layaknya sedang bermain game di tengah forum resmi.

Editorial Team