Kota Madiun, IDN Times – Hanya beberapa jam sebelum terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Wali Kota Madiun Maidi masih terlihat santai meninjau lapak-lapak UMKM di kawasan wisata Pahlawan Street Center (PSC), Minggu malam (18/1/2026).
Momen ini terekam dalam video pendek yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @PakMaidi. Dalam video itu, Maidi tampak mengenakan hem kotak-kotak biru-hijau sambil menyapa pedagang dan mengecek suasana kawasan yang ramai dikunjungi wisatawan, khususnya dari luar daerah.
Tidak hanya PSC, Maidi juga memantau Pahlawan Religi Center. Ia memastikan semua pedagang mencantumkan harga makanan dan minuman secara jelas. Menurutnya, hal ini penting untuk menjaga kenyamanan pengunjung.
“Setiap makanan dan minuman yang dijual harus dicantumkan harga. Saya tidak mau wisatawan yang datang kecewa karena merasa ‘dientol’ pedagang,” tegas Maidi.
Di unggahannya, Maidi menekankan bahwa keberhasilan pariwisata kota tidak hanya bergantung pada fasilitas yang disediakan pemerintah, tapi juga tanggung jawab pedagang untuk menjaga citra kawasan.
“Kota ini bisa berhasil kalau semua pihak saling bersinergi dan saling menjaga. Pemerintah sudah menyediakan tempat yang menarik banyak pengunjung dan tempat bagi PKL untuk berjualan,” tulisnya.
Ia juga mengingatkan pedagang agar tidak hanya fokus mengejar keuntungan sesaat, tapi juga menciptakan pengalaman nyaman bagi pengunjung agar mereka mau kembali lagi.
“Jangan hanya mencari keuntungan sebanyak-banyaknya di satu hari saja. Tapi bagaimana mereka nyaman dan mau kembali datang,” imbuh Maidi.
Di akhir postingan, Maidi menegaskan harapannya agar sektor wisata Kota Madiun terus tumbuh secara berkelanjutan, memberi keuntungan jangka panjang bagi pedagang dan kota.
“Untung sedikit tak masalah, tapi berkelanjutan. Daripada hanya ramai sesaat lalu ditinggalkan wisatawan,” pungkasnya.
Beberapa jam setelah kunjungan ini, KPK melaksanakan OTT yang menjerat Maidi, membuat momen inspeksi UMKM dan Religi Center menjadi salah satu sorotan terakhir sebelum kasus itu mencuat ke publik.
