Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Aksi Kamisan Tragedi Kanjuruhan, Massa Kepung Kantor Bupati Malang
Aksi Kamisan Tragedi Kanjuruhan di depan Kantor Bupati Malang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Malang, IDN Times - Ratusan Aremania bersama para keluarga korban Tragedi Kanjuruhan pada Kamis (22/06/2023) melaku aksi di depan Kantor Bupati Malang di Jalan Panji Kelurahan Penarukan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Massa aksi memakai baju hitam-hitam membentangkan bendera dan kain berisi tuntutan usut tuntas Tragedi Kanjuruhan.

Foto-foto para korban juga dibawa untuk mengenang 135 korban jiwa dalam tragedi pada 1 Oktober 2022 ini. Keluarga korban juga menyiramkan bunga-bunga makam di pinggir jalan. Aksi ini menjadi pusat perhatian pengguna jalan dan sempat membuat kepadatan di Jalan Panji.

1. Keluarga korban Tragedi Kanjuruhan menuntut pemerintah bertanggung jawab atas Tragedi Kanjuruhan

Aksi Kamisan Tragedi Kanjuruhan di depan Kantor Bupati Malang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Perwakilan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan, Sanuar mengatakan jika pemerintah haris bertanggung jawab atas tragedi yang menelan 135 nyawa ini. Menurutnya terutama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang yang merupakan pemilik wilayah di mana Stadion Kanjuruhan berdiri.

"Oleh karena itu, keluarga korban Tragedi Kanjuruhan minta usut tuntas sengan seadil-adilnya. Dan juga pemerintah memberikan apa yang sudah menjadi hak dari keluarga korban Tragedi Kanjuruhan," terang pria asal Pakis, Kabupaten Malang.

Menurutnya, pemerintah harus bersikap adil kepada keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Tidak boleh berat sebelah meskipun lawan mereka adalah orang-orang kuat.

"Pemerintah harus melakukan usut tuntas seadil-adilnya dan tidak boleh menyelewengkan aspirasi keluarga korban Tragedi Kanjuruhan," tegasnya.

2. Mulai melunak, keluarga korban Tragedi Kanjuruhan mempersilakan Stadion Kanjuruhan direnovasi

Sanuar, salah satu keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Sanuar juga mengatakan jika pihaknya kini tidak mempermasalahkan jika Stadion Kanjuruhan mau direnovasi. Tapi mereka memiliki syarat agar 100 persen mendukung renovasi tersebut. Salah satunya adalah membangun museum untuk korban Tragedi Kanjuruhan.

"Untuk Stadion Kanjuruhan monggo silahkan dibongkar, tapi harus memenuhi persyaratan atau permintaan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Dan apabila sudah dibongkar, kami minta agar dibuatkan museum untuk korban Tragedi Kanjuruhan," paparnya.

Ini dilakukan agar tragedi paling mematikan nomor 2 di dunia sepakbola ini bisa terus dikenang. Sehingga di masa depan tidak terulang kembali.

3. Keluarga korban Tragedi Kanjuruhan minta Laporan Model B dilanjutkan kembali oleh Polres Malang

Aksi Kamisan Tragedi Kanjuruhan di depan Kantor Bupati Malang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Dalam kesempatan tersebut, para keluarga korban juga menuntut agar Laporan Model B Tragedi Kanjuruhan bisa diproses kembali. Pasalnya kini laporan tersebut jelan di tempat dalam proses penyelidikan Polres Malang. Padahal itu satu-satunya harapan mereka agat para pelaku penembak gas air mata bisa dijerat hukum.

"Sekarang untuk Laporan Model B harus dilanjutkan. Ini harus dilanjutkan karena sesuai dengan sila kelima yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ucap Sanuar.

Sanuar juga mengatakan kalau keluarga korban Tragedi Kanjuruhan yang pada awalnya pecah sekarang bersatu untuk menuntut keadilan. Sore ini mereka berbondong-bondong dengan seluruh keluarga korban Tragedi Kanjuruhan mendatangi kantor Bupati Malang untuk meminta keadilan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team