Surabaya, IDN Times - Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dilaporkan semakin memanas dalam beberapa hari terakhir. Situasi kian memburuk setelah beredar kabar bahwa pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dinyatakan gugur dalam serangan Amerika Serikat. Ketegangan tersebut memicu serangan balasan Iran ke sejumlah wilayah di Timur Tengah yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika.
Sejumlah negara di kawasan terdampak eskalasi konflik, termasuk Arab Saudi. Kondisi ini memicu kekhawatiran bagi ribuan jemaah umrah asal Indonesia yang tengah berada di Tanah Suci, terlebih momen Ramadan biasanya menjadi periode puncak keberangkatan umrah.
Ribuan jemaah umrah asal Jawa Timur (Jatim) dilaporkan terdampak situasi tersebut. Kementerian Haji Kantor Wilayah (Kanwil) Jatim terus melakukan pendataan terhadap warga yang sedang menjalankan ibadah umrah di Arab Saudi.
“Betul ada kurang lebih 9.400 jemaah umrah asal Jawa Timur yang tertunda kepulangannya,” ujar Plt Kepala Kemenhaj Jatim Asadul Anam kepada IDN Times, Senin (2/3/2026).
Menurut Anam, penundaan kepulangan terjadi seiring dengan penyesuaian jalur penerbangan dan kebijakan otoritas setempat yang mempertimbangkan faktor keselamatan. Ia memastikan, hingga saat ini seluruh jemaah dalam kondisi aman dan berada di bawah pendampingan pihak penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU).
Kemenhaj mengimbau para jemaah dan keluarga di Tanah Air untuk tetap tenang serta menunggu informasi resmi dari pemerintah Indonesia maupun otoritas Arab Saudi terkait jadwal kepulangan yang dinilai aman.
Selain itu, Anam menegaskan bahwa Kementerian Haji pusat telah mengeluarkan kebijakan penundaan sementara keberangkatan jemaah umrah hingga kondisi dinyatakan kondusif. Kebijakan tersebut juga langsung ditindaklanjuti di tingkat provinsi.
“Kemenhaj pusat sudah resmi meminta semua jemaah umrah yang hendak berangkat ditunda dulu. Kemenhaj Jatim siap melanjutkan keputusan itu hingga sampai ke jemaah umrah melalui PPIU di Jatim,” kata Anam.
Pihaknya juga meminta seluruh PPIU di Jawa Timur untuk mempertimbangkan secara matang faktor keselamatan sebelum memberangkatkan jemaah. Ia menegaskan bahwa aspek keamanan dan keselamatan jemaah menjadi prioritas utama di tengah dinamika geopolitik yang belum stabil.
