Surabaya, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) enyiagakan 8.991 personel gabungan untuk mengawal arus mudik dan balik Lebaran 2026. Ribuan petugas tersebut akan ditempatkan di berbagai Pos PAM, Pos Terpadu, serta posko layanan di titik-titik strategis guna memastikan perjalanan masyarakat aman dan lancar.
Berdasarkan data Pemprov Jatim, total 8.991 personel terdiri dari Dinas Perhubungan Jatim, Dinas Perhubungan kabupaten/kota, PT Kereta Api Indonesia, serta personel sektor laut dan ASDP. Mereka akan bertugas selama masa Posko Lebaran yang ditetapkan pada 13–29 Maret 2026.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan kesiapan personel harus dibarengi dengan sistem koordinasi yang cepat dan responsif, terutama di titik rawan kemacetan, kecelakaan, dan bencana.
"Keberadaan Pos PAM, Pos Terpadu, hingga posko di berbagai daerah harus memenuhi unsur kecepatan, kecermatan, dan koordinasi efektif. Jangan sampai terjadi keterlambatan evakuasi saat ada kecelakaan,” tegas Khofifah.
Ia menambahkan, posko tidak hanya difokuskan pada jalur utama mudik, tetapi juga di rest area, kawasan wisata, pelabuhan, terminal, stasiun, bandara, hingga jalur alternatif yang diprediksi mengalami lonjakan kendaraan.
Selain pengamanan lalu lintas, posko juga akan terintegrasi dengan layanan kesehatan 24 jam yang terkoneksi dengan rumah sakit terdekat. "Kolaborasi dengan BPBD dan BMKG turut diperkuat untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi selama musim hujan," katanya.
Kesiapan ini menjadi penting. Pasalnya, lonjakan pergerakan masyarakat menuju Jatim diperkirakan mencapai 27,29 juta orang atau 17,3 persen dari total nasional. Jumlah penumpang angkutan umum juga diproyeksikan naik 5,19 persen menjadi 7,7 juta orang.
