Surabaya, IDN Times - Operasional pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya diwarnai tingginya angka mutasi keluar hingga hari ke-16 pelaksanaan. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mencatat sebanyak 75 jemaah mengalami mutasi keluar yang berdampak pada perubahan komposisi keberangkatan dan munculnya puluhan kursi kosong atau open seat.
Berdasarkan laporan PPIH Embarkasi Surabaya per 6 Mei 2026 pukul 07.00 WIB, dari total 75 mutasi keluar, sebanyak 41 kursi berhasil diisi kembali melalui mekanisme mutasi masuk. Namun, masih tersisa 34 kursi kosong dalam sejumlah Kelompok Terbang (Kloter).
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam mengatakan, mutasi keluar dipicu berbagai faktor, mulai dari kondisi kesehatan hingga penundaan keberangkatan.
“Mutasi keluar paling banyak karena jemaah sakit di rumah sakit sebanyak 14 orang, kemudian tunda keberangkatan 20 orang, perpindahan kloter 18 orang, pendamping 8 orang, hingga alasan teknis,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Selain itu, terdapat pula mutasi karena kondisi hamil, perubahan nomor urut, hingga kursi kosong akibat persoalan administratif dan teknis keberangkatan. Meski angka mutasi keluar cukup tinggi, PPIH memastikan proses penggantian kursi berjalan optimal melalui jemaah cadangan maupun pengalihan nomor kloter. Dengan skema tersebut, sebagian besar kursi kosong dapat segera terisi sehingga tidak mengganggu operasional penerbangan.
“Mekanisme mutasi berjalan efektif sehingga mampu mengoptimalkan keterisian kursi,” kata Anam.
Hingga saat ini, Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan sebanyak 21.246 jemaah dan petugas atau sekitar 48 persen dari total rencana keberangkatan tahun ini yang mencapai 44.080 orang dalam 116 kloter.
Di tengah tingginya dinamika mutasi, seluruh jadwal penerbangan tetap berjalan tepat waktu. PPIH mencatat 54 kloter yang telah diberangkatkan memiliki tingkat ketepatan waktu penerbangan atau On Time Performance (OTP) mencapai 100 persen tanpa keterlambatan.
PPIH juga menyebut masih ada lima jemaah yang mengalami penundaan keberangkatan dan menjalani penanganan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Rinciannya empat jemaah sakit dan satu orang pendamping.
“Kami memastikan jemaah yang mengalami kendala tetap mendapatkan penanganan terbaik, baik dari sisi kesehatan maupun penjadwalan ulang keberangkatan,” pungkas Anam.
