Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Pesantren Tertua di Indonesia, Nomor Satu ada di Kebumen
Ilustrasi pondok pesanten (Unplash/Muhammad Azzam)
  • Tujuh pesantren tertua di Indonesia menunjukkan sejarah panjang pendidikan Islam, dimulai dari Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu di Kebumen yang berdiri sejak tahun 1475 M.
  • Setiap pesantren memiliki pendiri ulama berpengaruh dan bukti sejarah kuat, seperti prasasti, naskah kuno, hingga catatan resmi yang menegaskan eksistensinya selama berabad-abad.
  • Meski berdiri ratusan tahun lalu, sebagian besar pesantren masih aktif mengajarkan ilmu salaf sambil menyesuaikan diri dengan sistem pendidikan modern untuk generasi masa kini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Masuknya agama islam di Nusantara memberikan pengaruh yang besar dalam masyarakat. Termasuk dalam bidang pendidikan, pesantren menjadi lembaga pendidikan yang dibangun sebagai pusat pengajaran islam. Berkembangnya agama islam turut meningkatkan persebaran pesantren di seluruh wilayah. Berikut beberapa pondok pesantren tertua di Indonesia. 

1. Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu

Ilustrasi santri belajar mengaji (Unplash/Sam sul)

Pesantren Al-Kahfi Somalangu yang berlokasi di Desa Sumberadi, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Pondok ini merupakan salah satu pesantren tua yang memiliki jejak sejarah panjang sejak didirikan pada 25 Sya’ban 879 H atau bertepatan dengan Rabu, 4 Januari 1475 M. Pesantren ini didirikan oleh seorang ulama bernama Syekh As Sayid Abdul Kahfi Al Hasani, yang dikenal sebagai tokoh penyebar Islam di wilayah tersebut. 

Keberadaan dan usia pesantren ini diperkuat oleh bukti sejarah berupa prasasti yang dikenal sebagai Batu Zamrud Siberia, yang menjadi penanda penting dalam catatan historisnya. Hingga saat ini, kepengurusan Pesantren Al-Kahfi Somalangu berada di bawah asuhan KH Afifuddin Chanif Al-Hasani (Gus Afif), yang melanjutkan tradisi keilmuan salafi sekaligus menjaga warisan sejarah yang telah berusia lebih dari lima abad.

Lokasi: Pesantren Al-Kahfi Somalangu, Desa Sumberadi, Kabupaten Kebumen 

Tahun berdiri: 25 Sya’ban 879 (Rabu, 4 Januari 1475 M).

Pendiri: Syekh As Sayid Abdul Kahfi Al Hasani

Bukti sejarah: prasasti Batu Zamrud Siberia 

Pengurus saat ini: KH Afifuddin Chanif Al-Hasani (Gus Afif)

2. Pondok Pesantren Luhur Dondong

Ilustrasi Kitab Alquran (Unplash/Madrosah Sunnah)

Pondok Pesantren Luhur Dondong menjadi pesantren tertua kedua di Indonesia. Pesantren ini memiliki sejarah panjang dalam proses pendiriannya. Sejak didirikan pada tahun 1609, pesantren ini dibangun semasa Kerajaan Mataram, waktu pemerintahan Sultan Agung. Pendirinya sendiri, Kiai Syafii Pijoro Negoro merupakan komandan pasukan Mataram yang memimpin perang Batavia. Perang ini merupakan perang bersejarah yang mempertemukan pasukan VOC dan Pasukan Mataram. 

Konon pesantren ini didirikan oleh Ki Syafii setelah ia berperang. Pada waktu itu, dalam perjalanan pulang bersama sisa pasukannya, Ki Syafii memilih tidak kembali ke Mataram. Melainkan, ia memilih untuk membuka pondok di daerah Mangkan (Dondong). Ia mendirikan pondok sekaligus mengajar ngaji keluarganya dan para pendatang yang ingin mencari ilmu. 

Pondok pesantren ini merupakan pusat pendidikan salaf yang masih bertahan selama ratusan tahun. Sampai saat ini, Pondok Pesantren Luhur Dondong masih mempertahankan tradisi pembelajaran ngaji menggunakan kitab-kitab klasik. Pesantren ini juga masih memiliki santri dan kepengurusannya sekarang dipegang oleh KH. Tobagus Mansyur. 

Lokasi: Desa Wonosari, Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah

Tahun berdiri: 1609 M

Pendiri: KH. Syafi’i Pijoro Negoro

Bukti sejarah: - 

3. Pondok Pesantren Nazhatut Thullab

Ilustrasi ustadz mengajar di pesantren (Unplash/Muhammad Adil)

Pondok Pesantren Nazhatut Thullab menjadi pesantren pertama yang berdiri di Pulau Madura dan menjadi tertua ketiga di Indonesia. Pondok telah berdiri selama tiga abad. Tercatat Pondok Pesantren Nazhatut Thullab dibangun oleh ulama asal Madura bernama Kiai Abdul ‘Allam pada tahun 1702 M. Kisah tentang keberadaan pesantren ini tercatat dalam naskah kuno berjudul Babad Tanah Prajjan. Hal ini menjadi bukti kuat kalau Pesantren yang terletak di Sampang ini menjadi pondok tertua keempat di Indonesia. 

Pondok Pesantren Nazhatut Thullab menjadi lembaga pendidikan yang mengajarkan ajaran salaf dari masa ke masa. Hingga kemudian, melihat perkembangan zaman pesantren ini berusaha menyesuaikan diri dengan kebutuhan pendidikan masyarakat. Sekitar tahun 1932, pondok ini mulai berbenah. Dari waktu ke waktu akhirnya pesantren ini juga memberikan pendidikan formal. Salah satu bentuk upayanya dengan membangun sekolah formal mulai dari TK hingga STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam). Kepengurusan Pesantren Nazhatut Thullab saat ini diteruskan oleh KH Muhammad bin KH Ahmad Mu’afi Alif Zaini atau generasi ke 9 dari pendiri pertamanya. 

Lokasi: Sampang, Madura

Tahun berdiri: 1702 M

Pendiri: Kyai Abdul ‘Allam

Bukti sejarah: Babad Tanah Prajjan 

Pengurus saat ini: KH Muhammad bin KH Ahmad Mu’afi Alif Zaini

4. Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin

Ilustrasi Sholat berjamaah di pondok pesantren (Unplash/Masjid Pogung Raya)

Selanjutnya ada Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin. Pondok ini merupakan pesantren tertua di Jawa Barat. Didirikan pada tahun 1705 M, oleh seorang ulama bernama Ki Jatira atau Syekh Hasanuddin bin Abdul Latif. Pada waktu itu, pondok ini memiliki andil yang besar dalam penyebaran ajaran islam di wilayah tersebut. Mereka mengajarkan ajaran salafi dengan metode khas–yang dikenal dengan istilah bandongan dan sorogan–kepada santri yang mondok. 

Seiring dengan perkembangan waktu, pesantren Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin mulai beralih dari sistem pendidikan tradisional ke modern. Mereka mulai menambah kurikulum pengetahuan umum ke dalam pesantren. Kemudian mereka membangun pendidikan formal islam dari TK sampai tingkat Aliyah (setara SMA). Sebagai semangat membangun generasi intelektual, Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin melakukan pembangunan yang masif sebab semakin banyaknya santri yang ingin belajar di sana. Dibangunlah juga beberapa asrama tambahan. 

Lokasi: Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa barat

Tahun berdiri: 1705 M

Pendiri: Ki Jatira atau Syekh Hasanuddin bin Abdul Latif 

Bukti sejarah: -

Pengurus saat ini: Pondok Pesantren Assalafie diasuh oleh keturunan KH. Syaerozi Abdurrohim dan Ny. Hj. Tasmi'ah Abdul Hannan.

5. Pondok Pesantren Tegalsari

ilustrasi masjid (unplash/Tahmeed Ahmad)

Pondok Pesantren Tegalsari merupakan pesantren yang berlokasi di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Ia didirikan oleh Kiai Muhammad Besari, murid dari Kiai Danapura. Menurut penelitian yang dilakukan oleh F. Fokkens (seorang asisten Residen Belanda) mengungkapkan jika pesantren ini didirikan pada tahun 1742 M.

Disebutkan pula bahwa tanah yang dijadikan untuk membangun pesantren oleh Kiai Muhammad Besari adalah tanah pemberian Pakubuwana II. Dari wilayah yang awalnya dibangun pondok kecil tersebut, berkembang menjadi pusat belajar agama islam. Beberapa tokoh terkenal pernah mondok di tempat ini, seperti Raden  Ronggowarsito, HOS Tjokroaminoto, dan lainnya. 

Lokasi: Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur

Tahun berdiri: 1742 M

Pendiri: Kiai Muhammad Besari.

Bukti sejarah: Pernah diteliti oleh Fokko Kokkens “Sekolah Imam/Pesantren Tegalsari (1876-77)”

Pengurus saat ini: Sudah tidak beroperasi lagi

Sumber:

6. Pondok Pesantren Sidogiri

Ilustrasi sholat berjamaah di masjid (Unplash/Mohammad Wasim)

Salah satu pondok pesantren tertua di Jawa Timur dan masih bertahan sampai sekarang, yaitu Pondok Pesantren Sidogiri. Tahun berdirinya pondok ini ada 2 versi, yakni tahun 1718 dan 1745. Data pertama merujuk pada catatan yang ditulis oleh Panca Warga (wadah permusyawaratan keluarga) tahun 1963 menunjukkan bahwa pesantren ini didirikan pada tahun 1718. Sumber kedua, merujuk pada surat yang ditandatangani oleh KH Noerhasan Nawawie, KH Cholil Nawawie, dan KA Sa'doellah Nawawie pada tahun 1971, menyatakan bahwa tahun tersebut (1971) adalah ulang tahun pondok Sidogiri yang ke-226. Artinya pondok yang dibangun di Kabupaten Pasuruan ini berdiri dari tahun 1745 M. 

Pendirinya merupakan ulama asal Cirebon bernama Sayyid Sulaiman bin Sayyid Abdurrahman. Hingga saat ini, kepengurusan Pondok Pesantren Sidogiri  berada di bawah asuhan KH A. Nawawi Abd Djalil, yang tetap membawa semangat mengajar santri menjadi ibadillah al-shalihin (orang-orang shaleh) sekaligus menjaga warisan sejarah yang telah berusia lebih dari dua abad.

Lokasi: Pasuruan, Jawa Timur

Tahun berdiri: 1745 M

Pendiri: Sayyid Sulaiman bin Sayyid Abdurrahman

Bukti sejarah: Ditemukan sebuah catatan yang ditandatangani oleh KA Sa’doellah Nawawie, tertulis bahwa tahun tersebut (1971) merupakan hari ulang tahun Pondok Pesantren Sidogiri yang ke-226. Dari sini disimpulkan bahwa Pondok Pesantren Sidogiri berdiri pada tahun 1745.

Pengurus saat ini: KH A. Nawawi Abd Djalil

7. Pondok Pesantren Al Hamdaniyah

Ilustrasi santri Sholat berjamaah (Unplash/Rumman Amin)

Pondok pesantren al-Hamdaniyah pertama kali didirikan pada tahun 1787 M oleh KH. Khamdani. Ia merupakan ulama asal Pasuruan yang datang ke sebuah desa di Sidoarjo bernama Siwalanpanji. KH Khamdani menjadi sosok yang menyebarkan ajaran islam di wilayah tersebut sampai ia wafat pada tahun 1792 M. Setelah wafatnya KH Khamdani, Pondok Pesantren al-Hamdaniyah dipimpin oleh putranya KH Abdurrohim dan KH Ya’qub. Hingga saat ini, kepengurusan pesantren ini  berada di bawah asuhan KH. Asy'ari Asmu'i, KH. Masur Shomad, KH. Abd. Rohim Rifa’i dan Agus Taufiqurrochman.

Lokasi: Sidoarjo, Jawa Timur

Tahun berdiri: 1787 M

Pendiri: KH. Khamdani

Bukti sejarah: -

Pengurus saat ini: KH. Asy'ari Asmu'i, KH. Masur Shomad, KH. Abd. Rohim Rifa’i dan Agus Taufiqurrochman.

Itu dia 7 pondok pesantren tertua di Indonesia. Ketuju pesantren itulah yang menjadi tempat orang-orang zaman dahulu belajar agama islam, sekaligus belajar mewarisi tradisi dan pengetahuan lokal dari para pendirinya masing-masing.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team