Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
68 Siswa Terpilih Jadi Kandidat Penerima Golden Ticket Unair
Para kandidat penerima golden ticket Unair. (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • Sebanyak 68 siswa SMA dari seluruh Indonesia terpilih sebagai kandidat penerima golden ticket Universitas Airlangga setelah bersaing dengan 3.855 pendaftar dari 1.690 sekolah.
  • Rektor Unair, Prof Muhammad Madyan, menjelaskan penilaian dilakukan menggunakan sistem kuadran yang memadukan prestasi akademik dan non-akademik agar hasil seleksi lebih objektif dan adil.
  • Kandidat dari Kuadran 2 diusulkan untuk jalur SNBP, sementara siswa lain diimbau tetap semangat karena masih tersedia jalur SNBT dan Mandiri untuk masuk ke Unair.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Sebanyak 68 siswa SMA dari berbagai sekolah di Indonesia terpilih menjadi kandidat penerima golden ticket dari Universitas Airlangga (Unair). 68 siswa itu bersaing dengan 3.855 siswa lainnya.

Persaingan ketat ini melibatkan 1.690 sekolah berasal dari berbagai daerah dari seluruh provinsi di Indonesia. Pemberian golden ticket berlangsung secara hybrid di Hall Lantai 1 Gedung Manajemen, Kampus MERR-C dan daring melalui zoom meeting dan youtube Unair, Jumat (27/3/2026).

Rektor Unair, Prof Dr Muhammad Madyan, SE MSi MFin mengatakan bahwa antusiasme pendaftar golden ticket tahun ini sangat tinggi. Tercatat sebanyak 3.855 siswa yang mendaftar dan memperebutkan posisi untuk menjadi bagian dari Ksatria Airlangga.

Tingginya pendaftar, sambungnya, mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di Unair. Untuk menjaga objektivitas dalam penilaian, Unair menerapkan sistem pemetaan berbasis kuadran.

“Kuadran ini menggambarkan kombinasi antara capaian akademik atau yang kita sebut Akademik Excellent dan Prestasi Excellent, sehingga penilaian dapat dilakukan secara lebih komprehensif dan adil,” ungkapnya.

Prof Madyan menjelaskan bahwa dari keseluruhan pendaftar, setelah melalui proses seleksi awal, terdapat 207 siswa yang masuk dalam Kuadran 1, dan 68 siswa pada Kuadran 2. Data itu menunjukkan bahwa kita memiliki banyak talenta muda yang luar biasa, dengan beragam kekuatan baik di bidang akademik maupun non-akademik.

“Oleh karena itu, proses seleksi selanjutnya menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa kandidat terbaik dapat teridentifikasi secara objektif dan komprehensif,” ujarnya.

Guru Besar FEB Unair itu menunjukkan bahwa kuadran 1 adalah pendaftar golden ticket yang memiliki prestasi akademik dan non akademik yang sangat bagus. Kemudian, kuadran 2 merupakan pendaftar golden ticket yang memiliki prestasi akademik yang bagus dan non akademik sangat bagus. Untuk kuadran 3, merupakan kandidat peserta golden ticket yang mempunyai prestasi akademik yang standar. Terakhir, kuadran 4, merupakan kandidat peserta golden ticket yang memiliki prestasi akademik yang sangat baik, namun prestasi non akademik yang standar.

“Bagi peserta yang masuk di dalam kuadran 2, itulah yang diusulkan untuk mendapatkan golden ticket jalur SNBP,” ujarnya.

Menurutnya, para kandidat ini sedang diusulkan kepada Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) di Jakarta. “Kepada The Next Ksatria Airlangga, kami ucapkan semoga sukses dalam mempersiapkan jenjang pendidikan selanjutnya di UNAIR. Dan bagi para anak-anakku yang masih harus berjuang, jangan pernah menyerah untuk meraih apa yang dicita-citakan,” tambahnya.

Ia mengimbau bagi siswa yang belum berkesempatan diterima di jalur ini, untuk tidak berputus asa. Menurutnya, masih banyak jalur untuk masuk ke Unair, seperti jalur SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes), dan Mandiri. Jalur Mandiri pun juga terdapat beberapa skema.

“Di mana pun nantinya kita akan menempuh pendidikan selanjutnya, adalah merupakan skenario terbaik dari Allah SWT, tugas kita hanya jangan pernah berhenti berikhtiar dan berdoa. Jangan berputus asa, karena masih ada banyak jalur untuk masuk ke Universitas Airlangga,” paparnya.

Editorial Team