Surabaya, IDN Times - Lima siswa yang sebelumnya masih menjalani observasi akibat dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya akhirnya dipulangkan. Kini, tersisa tiga siswa yang masih harus menjalani perawatan inap di rumah sakit.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengatakan kondisi para siswa terus dipantau setelah sempat mengalami gejala mual, muntah hingga sakit perut usai menyantap menu MBG pada Senin (11/5/2026).
"Update lima yang observasi pukul 18.04 WIB (Senin malam). Dari lima yang diobservasi, satu dipulangkan karena membaik, satu pulang paksa dan akan dipantau Puskesmas, tiga di-MRS-kan,” ujar Emil kepada IDN Times, Selasa (12/5/2026).
Dengan perkembangan tersebut, seluruh siswa yang sebelumnya berstatus observasi sudah meninggalkan fasilitas kesehatan. Namun tiga siswa lainnya masih menjalani rawat inap untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Sebelumnya, sebanyak 197 siswa dari 12 sekolah di kawasan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Surabaya diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan program MBG. Para siswa yang terdampak berasal dari tingkat TK, SD hingga SMP.
Penanganan medis dipusatkan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Ikatan Bidan Indonesia (RS IBI) Surabaya serta Puskesmas Tembok Dukuh. Mayoritas siswa telah dipulangkan setelah kondisi mereka dinyatakan membaik.
Pemprov Jatim bersama Dinas Kesehatan masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab insiden tersebut. Sampel makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendistribusikan menu MBG juga telah diperiksa di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLK) Surabaya.
Sementara itu, distribusi makanan dari dapur SPPG terkait dihentikan sementara guna mencegah munculnya korban tambahan. Pemerintah juga memastikan seluruh biaya pengobatan siswa terdampak ditanggung pihak SPPG.
