Magetan, IDN Times – Proyek pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Magetan masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satu hambatan utama adalah persoalan administrasi dan status lahan yang membuat puluhan lokasi belum bisa dikerjakan.
Dari total target pembangunan 235 gerai, sekitar 40 titik hingga kini belum dapat dibangun karena legalitas lahan belum tuntas serta masih adanya bangunan aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan di lokasi tersebut.
Komandan Kodim 0804/Magetan, Hasan Dasuki, mengatakan persoalan tersebut masih dalam proses penyelesaian agar pembangunan dapat segera dilanjutkan. "Targetnya 235 titik selesai pada Agustus mendatang. Saat ini 40 titik masih terkendala administrasi, terutama status lahan dan masih adanya bangunan aset Pemkab yang belum clear,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Meski demikian, pembangunan fisik KDMP disebut sudah berjalan di sebagian besar lokasi. Hasan menyebut saat ini pengerjaan sudah berlangsung di 195 titik yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan di Kabupaten Magetan.
Dari jumlah tersebut, baru 24 gerai yang telah selesai dibangun dan siap beroperasi.
Untuk mempercepat proses pembangunan, pihaknya mendorong para pekerja proyek melakukan kerja lembur terbatas menjelang Hari Raya Idulfitri. Langkah ini diharapkan dapat menambah jumlah gerai yang selesai dibangun dalam waktu dekat.
"Yang sudah selesai penuh saat ini 24 titik. Harapannya setelah Lebaran bisa bertambah sekitar 30 sampai 40 gerai,” jelas Hasan.
Ia juga menjelaskan, sejumlah bangunan milik Pemkab Magetan yang berada di lokasi calon KDMP nantinya akan dilepas melalui mekanisme hibah. Setelah status aset tersebut jelas, bangunan lama dapat dibongkar untuk pembangunan gerai koperasi.
Namun material bangunan yang masih layak pakai tidak akan dibuang begitu saja. Pemerintah desa setempat nantinya dapat memanfaatkannya kembali untuk berbagai kebutuhan fasilitas umum.
Di sisi lain, percepatan pembangunan juga diperkirakan sedikit terpengaruh momentum Idulfitri. Pasalnya, sebagian besar pekerja proyek biasanya mengambil waktu libur saat Lebaran.
“Biasanya tukang libur satu sampai tiga hari saat Lebaran. Setelah itu pekerjaan akan dilanjutkan kembali,” pungkasnya.
