Surabaya, IDN Times - Empat orang mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) diduga menjadi pelaku pelecehan seksual. Bukan hanya perempuan, beberapa dari korban diduga adalah laki-laki.
Dugaan pelecehan ini mencuat setelah salah satu akun media sosial (medsos) mengunggah kasus tersebut. Empat pelaku itu adalah R angkatan 2022, Z angkatan 2023, G angkatan 2024, mereka berasal dari Prodi Ilmu Komunikasi FISIP. Satu pelaku yakni F angkatan 2024 dari Fakultas Kedokteran Gigi.
Dalam postingan di media sosial, admin menulis bahwa dugaan pelecehan yang dilakukan para pelaku mulai dari pelecehan verbal di grup chat, sentuhan fisik tanpa izin, hingga kejahatan berat berupa pemerkosaan.
"Mereka ini bukan sekadar oknum yang sedang khilaf, melainkan predator yang selama ini bebas berkeliaran dan hidup normal di tengah-tengah kampus seolah tidak punya dosa," tulis pemilik akun.
Ketua Pusat Humas dan Protokol Unair, Pulung Siswantar mengatakan, saat ini Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Unair sedang menangani empat kasus kekerasan seksual. Tetapi, Unair tidak mengungkap secara gamblang apakah kasus yang ditangani itu yang terungkap di media sosial atau bukan.
"Tiga kasus sudah ditangani dan pelaku sudah diberikan sanksi sesuai dengan rekomendasi dari Satgas PPKPT," ujarnya kepada media, Rabu (29/4/2026).
Ia memastikan, seluruh korban kekerasan seksual telah mendapat pendampingan. "Untuk korban juga telah mendapatkan pendampingan dari Satgas PPKPT. Satu kasus lainnya sedang dalam proses penanganan oleh Satgas PPKPT," jelasnya.
Pihaknya berkomitmen untuk menindak tegas kasus kekerasan yang ada di kampus. Selain itu, pihaknya menjamin kampus sebagai ruang aman bagi siapapun.
" Komitmen pimpinan kami jelas bahwa kasus seperti ini harus ditindak tegas untuk upaya menciptakan ruang aman dan nyaman bagi seluruh civitas akademika di lingkungan kampus," pungkasnya.
