Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2025-06-14 at 19.29.23.jpeg
Jemaah haji saa melaksanakan tawaf sunah usai puncak haji di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat (13/6/2025). (Media Center Haji 2025/Rochmanudin)

Intinya sih...

  • Empat jemaah haji debarkasi Surabaya tertunda pulang karena sakit dan paspor hilang di Arab Saudi.

  • Kloter 8 debarkasi Surabaya tiba dengan total 376 jemaah, namun 3 masih dirawat di rumah sakit dan 1 kehilangan paspor.

  • Jumlah jemaah haji Embarkasi Surabaya yang wafat di Arab Saudi bertambah menjadi 55 orang, sementara Sugiyo berharap kuota haji Indonesia diberikan tambahan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Sebanyak empat jemaah haji debarkasi Surabaya harus tertunda kepulangannya karena beberapa hal. Keempatnya kini masih berada di Tanah Suci, belum bisa terbang ke Tanah Air.

Berdasarkan laporan yang diterima Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, tiga jemaah haji belum bisa pulang lantaran masih dirawat di rumah sakit Arab Saudi. Sementara satu lainnya terkendala karena paspornya hilang.

Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya, Sugiyo mengatakan, para jemaah yang belum bisa pulang itu sejatinya tergabung dalam kloter 8 debarkasi Surabaya. Mereka merupakan jemaah haji yang berasal dari Kabupaten Blitar.

"Satu kloter kalau utuh berjumlah 380 orang. Kloter 8 tiba di Debarkasi Surabaya dengan total 376 jemaah. Hal ini dikarenakan tiga jemaah masih dirawat di rumah sakit. Satu lagi ada jemaah yang hilang paspornya," ujar Sugiyo, Minggu (15/6/2025).

Sementara untuk kloter 8, kata Sugiyo, tiba di Asrama Haji Surabaya pada pukul 13.35 WIB, Sabtu (14/6/2025). Hingga kini, telah tiba di Tanah Air dengan total 3.028 jemaah dari total 36.815 jemaah yang berangkat ke Tanah Suci.

Selain itu, Sugiyo mengabarkan jumlah jemaah haji Embarkasi Surabaya wafat di Arab Saudi mengalami penambahan. "Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Hingga hari ini, Sabtu 14 Juni ada 55 jemaah kita yang wafat di Tanah Suci," katanya.

"Total jemaah kita ditambah dengan yang wafat di Embarkasi adalah 59 orang. Insyaallah semuanya husnul khotimah," tuturnya menambahkan.

Pada kesempatan ini Sugiyo menanggapi wacana pengurangan kuota haji tahun depan yang diungkapkan Badan Penyelenggara Haji.

"Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Arab Saudi terkait hal tersebut. Namun kami berharap agar kuota haji Indonesia termasuk Jawa Timur diberikan kuota haji tambahan karena masa antri kita yang panjang," pungkasnya.

Editorial Team