Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
2 Pleton Yonif TP 529 Magetan Diterjunkan Bantu Pemadaman Karhutla
Karhutla Gunung Bungkuk Kecamatan Parang Kabupaten Magetan. (IDN Times/Riyanto)
  • Karhutla di Gunung Bungkuk, Magetan, kembali membesar pada sore 8 Oktober 2026 setelah sempat mereda sejak pagi, dipicu medan terjal, semak kering, dan angin kencang.

  • Dua pleton Yonif TP 529 dikerahkan atas permintaan pemerintah desa sekitar pukul 18.30 WIB, bergabung dengan Destana, BOND, TNI-Polri, dan relawan untuk menjangkau titik api.

  • Kebakaran sekitar lima hektare berhasil dipadamkan pukul 22.00 WIB tanpa laporan kerugian material; polisi mengimbau warga tidak membakar lahan selama musim kemarau.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Magetan, IDN Times – Sempat mereda setelah dipadamkan sejak pagi, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Bungkuk, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kembali membesar pada Kamis (8/10/2026) sore. Medan terjal, semak belukar kering, dan angin kencang membuat api sulit dikendalikan hingga pemerintah desa meminta bantuan dua pleton prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 529/Satria Bumi Aksara (SBA).

Dua pleton prajurit diterjunkan untuk memperkuat tim gabungan. Setelah berjibaku di tengah medan yang sulit, kebakaran yang diperkirakan melanda lahan seluas lima hektare itu akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.00 WIB.

1. Sempat mereda, api Gunung Bungkuk kembali mengamuk

2 pleton prajurit TNI Yon TP diterjunkan bantu warga, BPBD dan Polri padamkan api. (IDN Times/Riyanto)

Kepala Desa Bungkuk, Munirul Ichwan, mengatakan kebakaran pertama kali muncul sekitar pukul 08.00 WIB. Warga dan tim di lapangan langsung berupaya memadamkan api hingga kobaran sempat mengecil.

Namun, api kembali membesar pada sore hari. Karena kebakaran belum berhasil dikendalikan, pemerintah desa meminta bantuan tambahan personel dari Yonif TP 529.

Pasintel Yonif TP 529/SBA, Letnan Dua Inf Didin Setiyawan, mengatakan pihaknya menerima permintaan bantuan sekitar pukul 18.30 WIB.

“Sekitar pukul 18.30 WIB, kami mendapat telepon dari kepala desa setempat,” ujar Didin, Jumat (9/10/2026).

2. Dua pleton prajurit dikerahkan

2 pleton prajurit TNI Yon TP diterjunkan bantu warga, BPBD dan Polri padamkan api. (IDN Times/Riyanto)

Dua pleton prajurit Yonif TP 529 kemudian bergabung dengan tim gabungan yang terdiri dari unsur Desa Tangguh Bencana (Destana), BPBD, TNI-Polri, dan relawan. Mereka berupaya menjangkau titik-titik api yang sulit diakses akibat kondisi geografis Gunung Bungkuk.

“Kami bersama-sama berupaya mengendalikan api yang sulit dijangkau akibat kondisi geografis kawasan tersebut,” kata Didin.

Upaya bersama itu akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 22.00 WIB, kebakaran berhasil dipadamkan.

Didin menyebut penanganan karhutla tersebut menjadi pengalaman pertama bagi para prajurit muda di satuannya dalam menghadapi bencana kebakaran. Pihaknya siap memberikan bantuan kembali apabila dibutuhkan.

3. 5 hektare lahan terbakar, warga diingatkan

2 pleton prajurit TNI Yon TP diterjunkan bantu warga, BPBD dan Polri padamkan api. (IDN Times/Riyanto)

Kapolsek Parang, AKP Sukarno, memperkirakan luas lahan yang terbakar mencapai lima hektare. Hingga penanganan selesai, tidak ada laporan kerugian material karena area yang terbakar didominasi tanaman keras, seperti pohon jati.

“Data kami, luas lahan yang terbakar kurang lebih lima hektare. Tidak ada laporan kerugian karena rata-rata merupakan tanaman keras, seperti pohon jati,” ujar Sukarno.

Kepala Desa Bungkuk, Munirul Ichwan, menyampaikan terima kasih atas bantuan dua pleton prajurit Yonif TP 529 dan seluruh unsur yang terlibat. Ia berharap kebakaran serupa tidak kembali terjadi di wilayahnya.

Sementara itu, Sukarno mengimbau masyarakat tidak membakar lahan untuk persiapan tanam selama musim kemarau. Vegetasi kering dan angin kencang berisiko membuat api menjalar lebih luas, bahkan hingga permukiman warga.

“Jangan membakar lahan untuk persiapan tanam. Kemarau masih panjang. Repot nanti apabila api menjalar ke kampung dan permukiman,” tegasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article

Bebas Bersarat Bechi Dicabut!08 Oct 2026, 17:28 WIB