Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
17.787 Lubang Jalan Nasional Jatim-Bali Ditarget Tuntas Hari Ini
Pohon pisang yang ditanam warga Tulungagung di jalan rusak. IDN Times/istimewa
  • BBPJN Jatim-Bali mencatat 17.787 lubang di jalan nasional, dengan 17.237 sudah diperbaiki dan sisanya 550 ditarget rampung pada 10 Maret 2026 jelang arus mudik Lebaran.
  • Perbaikan dilakukan di berbagai ruas Jawa Timur dan Bali, disertai penyiapan 27 posko layanan pemudik di Jatim serta 8 posko di Bali untuk mendukung kelancaran perjalanan.
  • BBPJN juga menyiapkan peralatan DRU di setiap posko guna antisipasi bencana, mengingat adanya puluhan titik rawan banjir dan longsor di kedua wilayah tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali mencatat terdapat 17.787 lubang di ruas jalan nasional wilayah Jawa Timur (Jatim) dan Bali. Dari jumlah tersebut, 17.237 lubang telah ditangani dan diperbaiki menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Kepala BBPJN Jatim-Bali, Javid Hurriyanto, mengatakan masih ada sekitar 550 lubang yang tersisa dan sedang dalam proses penanganan. “Jumlah lubang tersisa sekitar 550 dan akan digarap mulai hari ini hingga tuntas besok, Selasa, 10 Maret 2026. Pada tanggal tersebut dipastikan semua lubang akan tertutup dan siap melayani arus mudik Lebaran,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).

Javid menjelaskan, perbaikan tersebut dilakukan di berbagai ruas jalan nasional yang tersebar di wilayah Jawa Timur dan Bali. Upaya ini merupakan bagian dari persiapan pemerintah menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode mudik.

Selain perbaikan jalan, pihaknya juga menyiapkan posko layanan pemudik di sejumlah titik. Tercatat terdapat 27 posko di jalan nasional Jawa Timur dan 8 posko di Bali yang akan beroperasi selama masa arus mudik dan balik.

Javid mengimbau para pemudik untuk tetap menjaga kondisi fisik selama perjalanan. Ia menyarankan pengendara memanfaatkan rest area untuk beristirahat setelah menempuh perjalanan panjang.

“Maksimalkan rest area di jalan tol untuk beristirahat. Setelah 2 sampai 3 jam berkendara, sebaiknya berhenti sejenak untuk memulihkan stamina,” katanya.

Di sisi lain, BBPJN juga menyiapkan peralatan Disaster Relief Unit (DRU) di setiap posko sebagai langkah antisipasi jika terjadi bencana di jalur mudik, seperti banjir maupun longsor.

Berdasarkan pemetaan BBPJN, terdapat 68 titik rawan banjir dan 23 titik rawan longsor di Jawa Timur, sedangkan di Bali tercatat 39 titik rawan banjir dan 16 titik rawan longsor.

Pihaknya berharap kondisi cuaca mendukung sehingga seluruh jalur nasional dan jalan tol dapat dalam kondisi optimal menjelang H-10 Lebaran. “Mudah-mudahan cuaca mendukung dan harapan kami nanti pada H-10 Lebaran, semua jalan baik jalan nasional maupun jalan tol dalam kondisi siap dipakai untuk lalu lintas,” pungkas Javid.

Editorial Team