Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
13 Titik Pantauan Hilal 1 Dzulhijjah di Jatim, Cuma Terlihat di Lamogan
Ilustrasi pemantauan hilal. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
  • Kemenag Jatim melakukan rukyatul hilal di 13 titik untuk menentukan awal Dzulhijjah 1447 H, namun hanya terlihat di Pantai Sunan Drajat, Lamongan.
  • Sebanyak 12 lokasi lain seperti Madiun, Gresik, dan Banyuwangi tidak berhasil melihat hilal karena kondisi cuaca yang kurang mendukung.
  • Hasil pemantauan dari Jawa Timur dikirim ke Kementerian Agama RI sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penetapan awal Dzulhijjah 1447 H.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sidoarjo, IDN Times - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur melaksanakan pemantauan rukyatul hilal dalam rangka penentuan awal bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah/2026 Masehi. Dari 13 titik pemantauan, hilal hanya terlihat di satu titik saja yakni di Pantai Sunan Drajat/Tanjung Kodok Paciran, Kabupaten Lamongan

12 titik rukyat lainnya hilal tidak terlihat. Hal ini karena lokasi pemantauan sedang terhalanh cuaca mendukung.

13 lokasi rukyat lainnya yang melaporkan hilal tidak terlihat berada di wilayah Madiun, Gresik, Mojokerto, Pamekasan, Bondowoso, Banyuwangi, Sampang, Blitar, Sumenep, Ponorogo, Tuban, dan Jombang.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim rukyat, petugas lapangan, serta instansi terkait yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan pemantauan hilal di berbagai daerah.

“Terima kasih kepada seluruh tim rukyat dan pihak terkait yang telah bekerja dengan penuh tanggung jawab. Hasil pemantauan dari Jawa Timur ini menjadi bagian dari kontribusi daerah dalam mendukung proses penetapan awal Dzulhijjah 1447 H oleh Kementerian Agama RI,” ujarnya.

Ia menegaskan, laporan hasil rukyatul hilal dari Jawa Timur selanjutnya disampaikan sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penetapan awal Dzulhijjah 1447 H yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Editorial Team