Comscore Tracker

Strategi Bupati Banyuwangi Menangkap Peluang Bonus Demografi

Ipuk berharap Banyuwangi ikut menikmati bonus demografi

Banyuwangi, IDN Times - Kabupaten Banyuwangi jadi salah satu wilayah paling luas di Jawa Timur. Wilayah ini menyimpan potensi yang luar biasa baik dari segi wisata sampai Sumber Daya Manusia (SDM). Namun, bukan masalah yang mudah untuk mengembangkan wilayah yang sangat luas itu.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani melihat Banyuwangi melihat potensi dari wilayah yang berada di ujung timur Pulau Jawa ini. Ia kini tengah berjuang agar wilayah Banyuwangi tidak hanya jadi penonton saat Indonesia mencapai bonus demografi. Oleh karena itu, ia berusaha semaksimal mungkin sebagai pemimpin di Banyuwangi saat ini.

"Saya ingin diingat sebagai pemimpin yang dekat dengan masyarakat dan bermanfaat untuk masyarakat," tegasnya dalam acara Real Talk with Uni Lubis pada Senin (20/03/2023).

1. Kabupaten Banyuwangi jadi Pemda yang bisa bekerjasama langsung dengan Pemerintah Singapura

Strategi Bupati Banyuwangi Menangkap Peluang Bonus DemografiBupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. (Instagram/@ipukfdani)

Ipuk Fiestiandani menceritakan jika ia baru saja pulang dari Singapura untuk mengikuti kegiatan Rising Fellowship Kedua. Ini adalah program kerja sama antara Indonesia dengan Singapura yang diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong. Kegiatan ini berfokus pada program pertukaran informasi, program kerja, dan menjalin sinergi antara Indonesia dengan Singapura.

"Kita bersyukur Banyuwangi bisa dilibatkan, mudah-mudahan kedepannya Banyuwangi bisa diberikan kesempatan untuk berkolaborasi dengan berbagai sektor di Singapura. Baik itu kesehatan, pendidikan, terutama terkait peningkatan SDM," jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, ia memang diwajibkan memperkenalkan potensi wilayah Banyuwangi. Ia tidak hanya memperkenalkan Banyuwangi sebagai wilayah pariwisata, tapi bagaimana SDM di Banyuwangi juga berkualitas unggulan. Ipuk tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk meningkatkan SDM Bayuwangi dengan bekerjasama dengan Singapura sebagai negara yang maju dan sumberdaya yang cukup. Program-program yang akan disiapkan nanti berupa program pendidikan sampai beasiswa untuk anak-anak di Banyuwangi.

"Kita juga dipertemukan dengan pihak ketiga seperti rumah sakit, diperkenalkan dengan perusahaan yang mengembangkan air seperti air mineral atau desalinasi air. Jadi tidak hanya air hujan, tapi air laut dirubah menjadi air minum," paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ipuk mengatakan jika respons Pemerintah Singapura sangat positif atas presentasinya. Mereka mendapatkan kesempatan menjalin kerjasama eksklusif dengan Menteri Kesehatan Singapura.

"Respons mereka sangat bagus, bahkan Menteri Kesehatan Singapura mengatakan bisa langsung mengirimkan proposal. Padahal biasanya kan hubungan antara pemerintah pusat ke pemerintah pusat, tapi kami dari pemerintah daerah diberikan kesempatan untuk langsung mengirimkan proposal terkait peningkatan kualitas SDM," bebernya.

Baca Juga: Kartini Masa Kini, Bupati Ipuk Perjuangkan Kesetaraan Perempuan

2. Program kerja Bunga Desa yang unik diterapkan Bupati Banyuwangi

Strategi Bupati Banyuwangi Menangkap Peluang Bonus DemografiBupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani (kanan), saat mengunjungi salah satu rumah warga. (Instagram/@ipukfdani)

Salah satu program kerja unik yang diprakarsai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi era Ipuk adalah Bunga Desa. Bunga Desa adalah singkatan dari Bupati Ngantor di Desa, ini bukan program kunjungan kerja tapi benar-benar Pemkab Banyuwangi bekerja selama 1 hari di desa-desa.

"Bahkan jika lokasinya jauh dari pusat kota, saya harus bermalam di sana. Karena saya merasa tidak cukup dari jam kerja pagi sampai sore, tapi sampai malam hari saya bisa lebih berkomunikasi dengan masyarakat. Dan masalah yang diselesaikan juga lebih banyak," ujarnya.

Biasanya dalam program ini, mereka bawa tim lengkap mulai dari dinas Adminduk, Dispendukcapil, Dinas Koperasi dan UMKM, Bappenda, Dinas Pendidikan, sampai Dinas Kesehatan. Mereka tidak hanya melihat berapa jumlah masalah yang diselesaikan. Tapi hak sipil masyarakat yang berhak didapatkan terlayani dengan baik.

Oleh karena itu, Ipuk sangat bersyukur memiliki tim yang sangat suportif dalam segala program yang ia buat. Ia mengakui tidak akan bisa apa-apa tanpa tim yang mendukungnya.

"Tentu mereka punya peran besar, bukan hanya yang membantu kita menyelesaikan masalah. Tapi juga memberikan insight dan masukan. Serta menjadi superteam yang mampu menyelesaikan masalah dengan cepat. Di Banyuwangi sudah lazim kami tidak bekerja sendi-sendi, tapi secara tim," tegasnya.

3. Rencana Ipuk Fiestiandani untuk Banyuwangi pada 2024

Strategi Bupati Banyuwangi Menangkap Peluang Bonus DemografiBupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani (kanan), saat mengunjungi salah satu rumah warga. (Instagram/@ipukfdani)

Pada 2024, Banyuwangi ingin rebound untuk pariwisata, dan kini tengah dalam proses. Salah satunya acara Banyuwangi Festival yang sudah diagendakan kembali. Selain itu mereka tengah fokus untuk peningkatan kapasitas SDM. Pasalnya Banyuwangi akan menjadi salah satu wilayah yang akan mendapatkan bonus demografi, hal ini bisa dilihat dari saat ini 35 persen warga Banyuwangi adalah anak-anak muda.

"Jadi kalau dari 35 persen ini tidak kuta tingkatkan kualitas dan kapasitasnya, maka Banyuwangi akan jadi penonton saja. Maka kami berupaya agar anak-anak kami terfasilitasi untuk meningkatkan kapasitas dan kualitasnya. Kita ada pendidikan vokasi, kita punya BLK, Kita buka program ayo kursus," tuturnya.

Menurut Ipuk, Banyuwangi memang tidak seperti Bali yang sudah sangat terkenal. Jadi sampai saat ini pihaknya masih harus ngamen atau mengajak orang untuk datang ke Banyuwangi. Pemkab Banyuwangi terus menggali potensi Banyuwangi. Karena Banyuwangi tidak hanya Kawah Ijen, tapi masih banyak lagi.

"Banyuwangi punya situs sejarah peninggalan Belanda, banyak perkebunan yang punya nilai sejarah dan alam yang indah. Kami teris akan ngamen, dan promosi Banyuwangi bukan hanya saya tapi semua dinas akan mempromosikan Banyuwangi," tutupnya.

Baca Juga: Tingkatkan Perekonomian Warga, Bupati Banyuwangi Inisiasi Gerakan Ini 

Rizal Adhi Pratama Photo Community Writer Rizal Adhi Pratama

Menulis adalah pekerjaan untuk merajut keabadian. Dengan menulis kita meninggalkan jejak-jejak yang menghiasi waktu. Tulisan dan waktu adalah 2 unsur yang saling tarik menarik membentuk sejarah.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Zumrotul Abidin

Berita Terkini Lainnya