BPBD Jember Antar Jemput Anak Sekolah di Kawasan Terdampak Banjir

Status tanggap darurat masih berlangsung

Jember, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember melakukan upaya antar jemput siswa SDN Klungkung 02, Desa Klungkung, Kecamatan Kalijompo, yang menjadi kawasan terdampak banjir bandang.

Saat banjir bandang terjadi, pada Sabtu sore (1/2) sejumlah akses transportasi terputus seperti jembatan dan jalan yang terkikir banjir.

1. Guru hingga warga sekitar juga turut diantar

BPBD Jember Antar Jemput Anak Sekolah di Kawasan Terdampak BanjirUpaya perbaikan fasilitas jalan umum yang rusak akibat terkikis banjir bandang di Jember masih dikerjakan. IDN Times/Istimewa

Plt. Kepala BPBD Jember, Rofiq Sugiarto mengatakan, sejak Senin (3/2), BPBD Jember dibantu komunitas komunitas IOF Jember dan Raung 4×4 Jember melakukan antar jemput siswa sekolah, beserta guru dan warga setempat agar bisa melintas di jalur alternatif.

"Anak-anak sekolah mendapatkan transportasi untuk pergi dan pulang sekolah. Warga yang berangkat kerja di kebun juga ikut dalam rombongan," kata Rofiq, Selasa (4/2).

Baca Juga: Banjir Bandang, Pemkab Jember Upayakan Anak-anak Tetap Bisa Sekolah

2. Debit air sungai sudah turun

BPBD Jember Antar Jemput Anak Sekolah di Kawasan Terdampak BanjirPemasangan bronjong di sungai yang terkikis untuk menjegah agar tidak semakin melebar. IDN Times/Istimewa

Sementara itu, debit air Sungai Kalijompo di desa setempat sudah berangsur normal. Warna air sungai juga sudah tidak coklat seperti saat kejadian. Sebagian besar warga sudah beraktifitas seperti sediakala.

"Warga sudah berkebun dan beraktifitas di rumah. Anak-anak pun telah kembali sekolah.  Pengungsi juga telah kembali ke rumah masing-masing," katanya.

3. Proses tanggap darurat masih berlangsung

BPBD Jember Antar Jemput Anak Sekolah di Kawasan Terdampak BanjirDebit air sudah berangsur normal dan tidak lagi berwarna cokelat pekat seperti saat banjir bandang. IDN Times/Istimewa

Di sisi lain, BPBD bersama Dinas Pekerjaan Umum Bima Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Jember serta Dinas PU Provinsi Jawa Timur terus mempercepat perbaikan sarana umum. Mulai pemasangan bronjong di pinggir Sungai Kalijompo yang ambrol akibat tergerus banjir, serta perbaikan akses jalan yang rusak menggunakan alat berat.

Proses tanggap darurat sendiri hingga saat ini, kata Rofiq terus dilakukan, seperti masih tetap mendirikan Pos Komando di SDN Klungkung 2, pos dapur umum, dan pos kesehatan. Anggota TNI dan Polri juga masih siaga dan melakukan pemantauan.

“Para relawan dari berbagai komunitas juga selalu siap membantu petugas," katanya.

Sebelumnya, banjir bandang yang membawa material lumpur dan gelondongan kayu membuat sebanyak 450 jiwa mengungsi sementara 15 rumah terendam lumpur, tiga orang mengalami luka luka, jembatan penghubung pabrik perkebunan putus dan jalan terkikis sepanjang 70 meter.

Banjir bandang yang membawa gelondongan kayu diduga kuat akibat kebakaran hutan di Gunung Argopuro yang terjadi pada tahun 2019. Kebakaran hutan tersebut mencapai ratusan hektar.

Baca Juga: Bondowoso Diterjang Banjir Bandang, BPBD Tetapkan Status Darurat

Topik:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya