Guru Viralkan Siswa yang Salah Pasang Atribut, Disdik Turun Tangan

Tuban, IDN Times- Baru-baru ini, jagad dunia maya digemparkan dengan video seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Tuban yang memasang atribut nama di pundaknya. Video yang berdurasi sekitar 1,4 menit itu diduga sengaja diunggah dan diviralkan oleh salah seorang guru yang mengajar di SD Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. Video itu kemudian ramai diperbincangkan di kalangan pengguna medsos.
1. Warganet sayangkan perilaku sang guru
Tak sedikit para warganet yang berkomentar prihatin kepada bocah yang berinisial SH itu. Ada pula yang menyayangkan sikap guru yang dengan sengaja mengunggah video hingga menjadi viral. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tuban, Nur Khamid saat dikonfirmasi IDN Times membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya juga sudah memanggil guru yang bersangkutan untuk dimintai keterangan.
2. Dianggap perundungan dan bisa berdampak pada psikologi siswa
Pihaknya juga menyayangkan sikap guru yang dengan sengaja membuat video tersebut menjadi viral dan bahan lelucon. Ia menilai kejadian itu merupakan bagian dari perundungan terhadap muridnya sendiri.
"Kami sangat menyayangkan sekali oknum guru tersebut. Seharusnya itu tidak dibuat bahan lelucon. Secara tidak sadar itu sudah menbully muridnya sendiri dan bisa berdampak pada murid itu sendiri," kata Nur Khamid, Kamis (9/1).
3. Guru harus bisa memberikan rasa aman pada siswanya
Selain itu, menurut Nur Khamid, seorang pendidik harusnya membuat anak-anak merasa nyaman dan terlindungi saat berada di sekolah. Bukan sebaliknya malah menjadikan bahan lelucon. "Tidak pantas sekali guru berperilaku seperti itu. Untuk itu, ke depannya kami akan melakukan pembinaan pada yang bersangkutan," imbuhnya.
4. Guru yang viralkan video anak SD berstatus GTT
Lebih jauh, Nur Khamid mengatakan, guru yang merekam video itu saat ini berstatus sebagai GTT di SD Negeri Gemulung 2 Kecamatan Kerek, Tuban. Rencananya Disdik Tuban juga akan melakukan pendampingan pisikologi kepada siswa itu sendiri untuk menghilangkan traumanya. "Dan kami tadi siang juga sudah memanggil kepseknya dan Kordinator Wilayah (Korwil) kecamatan setempat dan semua sudah beres kok mas," pungkasnya.
Baca Juga: 6 Pesan Menohok untuk Kamu yang Diam-diam Jadi Tukang Bully