Comscore Tracker

Selidiki Fenomena, Unair Otopsi Paus yang Terdampar di Bangkalan

Sampelnya juga diambil untuk diteliti

Surabaya, IDN Times - Tim medik Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga telah melakukan otopsi dan pengambilan sampel paus yang terdampar di Pantai Modung, Bangkalan. Otopsi dan pengambilan sampel ini dilakukan untuk meneliti penyebab 49 paus tersebut terdampar hingga menyebabkan 48 di antaranya meninggal dunia.

1. Tim FKH Unair otopsi paus yang terdampar

Selidiki Fenomena, Unair Otopsi Paus yang Terdampar di BangkalanProses penguburan 48 ekor bangkai paus di pantai Bangkalan, Sabtu (20/2/2021). Dokumentasi Istimewa

Tim yang diterjunkan untuk meneliti para paus terdampar ini terdiri dari 2 orang dosen dan 6 relawan mahasiswa. Ketua lapangan tim FKH Unair, drh. Bilqisthi menjelaskan, sesampainya mereka di Pantai Modung, Bangkalan, tim postmortem langsung mengidentifikasi jenis kelamin, ukuran, dan usia paus. Setelah teridentifikasi, paus yang paling dominan dipilih menjadi sebagai bahan otopsi. Dari 48 bangkai paus, hanya 34 yang bisa diidentifikasi dan 3 di antaranya dipilih untuk diotopsi.

“Tiga paus yang diotopsi, dua diantaranya jantan dan satu lainnya adalah betina,” ujar Biqisthi melalui siaran pers Unair, Senin (22/2/2021).

2. Paus yang diotopsi diduga merupakan ketua koloni

Selidiki Fenomena, Unair Otopsi Paus yang Terdampar di BangkalanProses penguburan 48 ekor bangkai paus di pantai Bangkalan, Sabtu (20/2/2021). Dokumentasi Istimewa

Ia melanjutkan, paus yang dipilih untuk diotopsi adalah paus dengan ukuran tubuh paling besar. Pemilihan ukuran tersebut berdasarkan asumsi bahwa paus yang paling besar adalah ketua koloni dengan panjang lima setengah meter dan berjenis kelamin jantan. 

Sedangkan, paus betina yang dipilih juga berukuran paling besar yaitu tiga setengah meter. Paus yang dipilih juga dipastikan dalam kondisi tidak busuk agar bisa diotopsi dengan maksimal.

“Jenis paus yang terdampar tersebut adalah paus short fin pilot whale atau paus pilot sirip pendek," tuturnya.

Baca Juga: Puluhan Paus Terdampar di Madura, Pakar: Kilang Minyak Jadi Penyebab

3. Sampel paus juga diambil untuk diteliti di laboratorium

Selidiki Fenomena, Unair Otopsi Paus yang Terdampar di BangkalanGubernur Khofifah saat mendatangi lokasi terdamparnya puluhan paus di Bangkalan, Jumat (19/2/2021). Dokumentasi Istimewa

Selain otopsi, tim FKH juga mengambil beberapa sampel paus untuk pemeriksaan patologi di laboratorium FKH UNAIR. Pemeriksaan patologi tersebut dimaksudkan untuk mengetahui penyebab pasti terdamparnya lima puluh dua paus tersebut. Pasalnya, hingga saat ini penyebab para paus itu terdampar masih belum diketahui.

“Dugaan awal masih belum bisa kami pastikan karena ketika kita lihat tidak ada gangguan sonar pada paus, dugaan aktivitas vulkanik bawah laut juga tidak. Jadi perlu kami dalami melalui pemeriksaan patologi,”

Selain itu, mereka juga memperhitungkan faktor alam yaitu adanya puting beliung di selat Madura tepat sebelum kejadian paus-paus tersebut terdampar di Pantai Modung.

Baca Juga: Hanya 1 Ekor Selamat, 48 Paus Terdampar di Bangkalan Dikubur

Topic:

  • Fitria Madia
  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya