Ngeri, Model Temukan Pulpen dan Kacamata Diduga Spycam Saat Ganti Baju

Ia pun melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Surabaya

Surabaya, IDN Times - Seorang model di Kota Surabaya berinisial JJ (25) melapor ke Polrestabes Surabaya atas dugaan pornografi yang ia alami. JJ menemukan adanya dugaan kamera tersembunyi berbentuk pulpen dan kacamata di kamar mandi tempat ia ganti baju dalam sebuah sesi pemotretan.

1. Awalnya dapat tawaran jadi model foto produk

Ngeri, Model Temukan Pulpen dan Kacamata Diduga Spycam Saat Ganti BajuPulpen dan kacamata yang diduga sebagai kamera pengintai. Dokumentasi Istimewa

Kuasa hukum JJ, Ar Rahman menjelaskan bahwa JJ mendapatkan tawaran sebagai model foto produk pakaian dan sepatu dari salah seorang pengusaha. JJ pun menerima tawaran tersebut dan melaksanakan sesi foto di sebuah studio yang dimiliki oleh pengusaha itu juga pada Selasa (13/10/2020).

Dalam proyek itu, JJ harus memperagakan 15 pakaian. Ia pun berkali-kali ganti baju di kamar mandi studio. Awalnya, ia merasa aneh saat melihat dua buah buku dengan puplen dan kacamata di dalam toilet tersebut. Namun, ia tak ambil pusing dan memilih untuk fokus dalam pemotretan.

"Kan aneh, ada dua buku di toilet. Ditaruh di atas kloset. Tapi waktu itu dibiarin saja," ujar Rahman saat dihuhungi IDN Times, Sabtu (24/10/2020).

2. Pulpen dan kacamata diduga kamera tersembunyi

Ngeri, Model Temukan Pulpen dan Kacamata Diduga Spycam Saat Ganti BajuPulpen dan kacamata yang diduga sebagai kamera pengintai. Dokumentasi Istimewa

Namun kemudian JJ mulai curiga. Posisi buku, pulpen, dan kacamata tersebut sering berubah-ubah tanpa sebab tiap ia berganti pakaian di sana. Ia pun mengambil foto benda mencurigakan tersebut lalu dikirimkan ke temannya.

"Kadang di atas kloset. Lalu ada di wastafel. Terus ke kloset lagi. Pindah-pindah aneh," tutur Rahman.

Betapa kagetnya JJ saat diberitahui oleh temannya bahwa pulpen dan kacamata di kamar mandi tersebut diduga adalah kamera tersembunyi. Dua produk ini sudah dijual bebas di berbagai marketplace. Bentuk kacamata dan pulpen itu pun sama persis dengan yang dijual sebagai kamera pengintai.

3. Pulpen sempat diamankan namun hilang

Ngeri, Model Temukan Pulpen dan Kacamata Diduga Spycam Saat Ganti BajuPulpen dan kacamata yang diduga sebagai kamera pengintai. Dokumentasi Istimewa

Setelah mengetahui dugaan tersebut, JJ lantas mengambil salah satu pulpen dan dimasukkan ke dalam tasnya. Ketika menyentuh pulpen tersebut terasa panas dan terlihat ada cahaya merah dan hijau. Kemudian JJ menaruh tasnya di ruang rias karena ia harus melanjutkan sesi akhir pemotretan.

"Tapi waktu mau diambil lagi, pulpennya itu sudah hilang dari tasnya. Di kamar mandi juga sudah tidak ada. Dia tanya, tidak ada yang mengaku," ungkapnya.

4. Tak diperkenankan memeriksa CCTV ruang rias

Ngeri, Model Temukan Pulpen dan Kacamata Diduga Spycam Saat Ganti BajuPulpen dan kacamata yang diduga sebagai kamera pengintai. Dokumentasi Istimewa

JJ pun kebingungan. Setelah sesi photoshoot berakhir, ia memilih meninggalkan studio tersebut. Kemudian ia kembali sore harinya bersama seorang teman. Mereka meminta agar bisa memeriksa CCTV di ruang rias untuk menemukan siapa yang mengambil pulpen di tas JJ.

"Awalnya dikasih lihat. Tapi ketika sudah mau menit-menit terakhir, disuruh stop. Alasannya mau meeting mereka. Klien saya sama temannya langsung disuruh keluar," lanjut Rahman.

JJ pun tak menyerah. Ia memilih untuk menunggu di depan pintu studio. Namun hingga larut malam, pintu tersebut tak kunjung dibuka. Pemilik usaha pakaian dan studio itu pun tak mau memberikan akses kepada JJ untuk melihat CCTV lebih lengkapnya.

Baca Juga: 7 Hukum Pornografi Paling Unik di Dunia, Ada Pelarangan Payudara Kecil

5. Melapor ke polisi

Ngeri, Model Temukan Pulpen dan Kacamata Diduga Spycam Saat Ganti BajuKacamata yang berguna sebagai kamera pengintai. Dokumentasi Istimewa

Beberapa hari kemudian, belum ada tanggapan lagi dari pengusaha tersebut. Padahal awalnya JJ ingin meluruskan masalah ini secara kekeluargaan. Namun lantaran menemui jalan buntu, ia pun memutuskan melaporkan kasus ini ke Polrestabes Surabaya.

"Kami sifatnya masih aduan. Sudah dilaporkan kemarin. Kami berharap polisi bisa menerbitkan surat penyitaan harddisk CCTV sebagai barang bukti. Kalau kami kan tidak bisa minta-minta seperti itu," tutur Rahman.

Sementara Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Agung Kurnia mengatakan bahwa laporan tersebut belum bisa diproses lebih lanjut. Pasalnya alat bukti yang dipunya masih belum memenuhi.

"Untuk saat ini sifatnya masih pengaduan karena alat buktinya belum cukup," sebutnya.

Baca Juga: Polisi Tambah 10 Kamera Pengintai di Jalan Sudirman, Ini Sebarannya

Topik:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya