Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Eri Usulkan UMK Surabaya Dua Versi, Ini Rinciannya

Kota Surabaya
Eri Usulkan UMK Surabaya Dua Versi, Ini Rinciannya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Dok. Pemkot Surabaya)
Share Article

Surabaya, IDN Times - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi telah menyerahkan usulan Upah Minimum Kota (UMK) yang ditampung dari aspirasi para buruh. Dalam usulan ini, Eri menyerahkan dua versi yang salah satunya memiliki beragam kategori berdasarkan besarnya perusahaan.

  1. 1. Eri sampaikan usulan UMK Surabaya ke Khofifah

    Doc. Humas Prov Jatim
    Doc. Humas Prov Jatim

    Eri menuturkan, usulan UMK Surabaya telah ia sampaikan melalui sambungan telepon kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Jawa Timur. Penyampaian ini ia lakukan setelah pertemuan dengan para buruh pada Jumat (26/11/2021). Sementara pengusulan secara resmi akan segera dilakukan.

    "Usulan yang dari Dewan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) itu Rp4,3 juta sekian," ujar Eri, Sabtu (27/11/2021).

  2. 2. Dua versi usulan UMK Surabaya

    Ilustrasi buruh. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
    Ilustrasi buruh. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

    Dalam penyampaian tersebut, Eri menyerahkan dua usulan yaitu versi Dewan Apindo dan Dewan Pengupahan Serikat. Sementara di versi Dewan Pengupahan Serikat, UMK Surabaya terdiri dari beberapa macam bergantung besarnya perusahaan.

    "Kalau yang dari Dewan SPSI itu beda-beda, seperti perusahaan lokal itu diusulkan Rp4,3 juta sekian, yang perusahaan go public itu Rp4,6 juta sekian dan yang perusahaan asing nilainya Rp4,7 sekian. Jadi usulannya beda-beda tadi yang disampaikan," ungkapnya.

  3. 3. Penjelasan mengenai usulan UMK berdasarkan kategori perusahaan

    default-image.png
    Default Image IDN

    Kadisnaker Kota Surabaya Achmad Zaini menerangkan, Dewan Pengupahan Serikat mengusulkan UMK yang akan diterapkan pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) disesuaikan dengan kesepakatan antara pengusaha dan pekerja. Kemudian yang kedua, adalah perusahan TBK yang diusulkan oleh SPSI Surabaya ada kenaikan 5 persen. 

    Untuk perusahaan besar dengan modal dalam negeri, kenaikan UMK diusulkan naik 7,5 persen. Bagi yang memiliki modal asing, diusulkan naik 9 persen dan UMK saat ini.

    "Itu usulan dari temen-temen dewan pengupahan serikat. Kewenangan UMK sepenuhnya ada di gubernur, kewenangan wali kota/bupati sekadar mengusulkan dan merekomendasikan," imbuhnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More