Comscore Tracker

Bertambah Lagi, Ini Daftar Perawat di Jatim yang Gugur karena COVID-19

Selamat jalan para pahlawan

Surabaya, IDN Times - Pandemik COVID-19 mengakibatkan ratusan orang di Jawa Timur (Jatim) meninggal dunia. Tak hanya warga biasa, tenaga kesehatan (nakes) mulai dari dokter hingga perawat juga dilaporkan meninggal dunia setelah terpapar virus SARS CoV-2 ini.

Berikut daftar panjang perawat yang gugur di medan pandemik:

1. Zaenal Khabib

Bertambah Lagi, Ini Daftar Perawat di Jatim yang Gugur karena COVID-19Ilustrasi jenazah. IDN Times/Sukma Shakti

Berdasarkan data Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jatim, Zaenal Habib meninggal dunia, Senin (6/4). Perawat yang sehari-harinya bertugas di Puskesmas Semanding, Tuban ini dilaporkan meninggal pukul 15.15 WIB. Ketika meninggal, dia masih berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

"Benar satu (perawat) yang meninggal dari Tuban. Itu yang pertama. Hasil swabnya positif (COVID)," ujar Ketua PPNI Jatim, Prof Nursalam MNurs kepada IDN Times, Senin (29/6).

2. Hastuti Yulistiorini

Bertambah Lagi, Ini Daftar Perawat di Jatim yang Gugur karena COVID-19Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mia Amalia)

Setelah 10 hari berselang, perawat RS Siloam, Surabaya, Hastuti Yulistiorini (51) dilaporkan meninggal dunia, Kamis (16/4), pukul 06.09 WIB. Perawat senior yang sudah berkarir sejak 17 Maret 1988 lamanya ini harus gugur di medan pandemik akibat terinfeksi virus corona.

"Sudah 32 tahun lamanya beliau mendedikasikan hidupnya untuk melayani kebutuhan kesehatan masyarakat. Kami memberikan penghormatan yang sebesar-besarnya untuk almarhumah atas dedikasi yang begitu luar biasa terhadap kesehatan dan kemanusiaan dan telah menjadi teladan bagi kita semua".

"Segenap keluarga besar Siloam Hospitals mendoakan agar Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan kekuatan dan penghiburan untuk keluarga yang ditinggalkan,” ujar CEO Siloam Hospitals Surabaya dr. Maria Magdalena Padmidewi,
SpPK melalui siaran pers.

3. Ari Puspitasari

Bertambah Lagi, Ini Daftar Perawat di Jatim yang Gugur karena COVID-19Ari Puspitasari. Dokumentasi PPNI Jatim

Sebulan berlalu, perawat RS Royal Surabaya, Ari Puspitasari meninggal dunia dalam kondisi hamil, Senin (18/5). Dia meninggal setelah mengalami sesak nafas dan dirawat di RSAL dr. Ramelan selama dua hari. Ketika meninggal statusnya masih PDP. Karena rapid test-nya nonreaktif. Sedangkan hasil swabnya belum keluar.

Pada Selasa (19/5), Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Jatim, dr. Joni Wahyuhadi menyampaikan bahwa hasil tes swab Ari positif COVID-19. "Dua kali rapid test negatif. Tapi PCRnya positif. Ini menunjukkan bahwa yang punya risiko seperti hamil, hipertensi dan diabet itu rapid testnya negatif. Ini sangat berbahaya karena dia tidak punya ketahanan tubuh terhadap virus tersebut," katanya.

4. Suhartatik

Bertambah Lagi, Ini Daftar Perawat di Jatim yang Gugur karena COVID-19Ilustrasi pemakaman jenazah pasien COVID-19. (IDN Times/Ervan Masbanjar)

Dua hari kemudian, perawat RSUD dr. Soewandhi Surabaya, Suhartatik meninggal dunia terpapar COVID-19, Rabu (20/5) dini hari. Sama halnya Ari Puspitasari, perawat yang sehari-hari bertugas di unit stroke rumah sakit ini meninggal dengan status PDP. Setelahnya, hasil swab keluar positif COVID-19.

Penyebab meninggalnya Suhartatik bukan hanya COVID-19 saja. Satuan Gugus Tugas Kota Surabaya melaporkan bahwa dia mempunyai komorbid atau penyakit bawaan, asma dan maag. "Semoga amal perbuatan beliau diterima Yang Maha Kuasa. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan keikhlasan," ujar Wakil Koordinator Humas Gugus Tugas Surabaya, M Fikser.

5. Sulistyowati

Bertambah Lagi, Ini Daftar Perawat di Jatim yang Gugur karena COVID-19Ilustrasi tenaga medis. IDN Times/Mia Amalia

Perawat RSAL dr. Ramelan Surabaya, Sulistyowati (34) meninggal dunia di Ruang ICU Isolasi, Sabtu (6/6), pukul 08.00 WIB. Pemulasaraan perawat kelahiran Lamongan ini menggunakan protokol COVID-19. Sebab, hasil tes menyatakan dia terinfeksi virus SARS CoV-2.

"Benar dia (Sulistyowati) salah satu perawat Surabaya yang meninggal dunia akibat COVID," ucap Ketua DPW PPNI Jatim, Prof. Nursalam.

6. Suwito

Bertambah Lagi, Ini Daftar Perawat di Jatim yang Gugur karena COVID-19Ilustrasi Pemakaman pasien dalam pengawasan atau PDP. Dok.IDN Times/bt

Di hari berikutnya, Minggu (7/6) perawat yang baru saja pensiun, Suwito (60) dilaporkan meninggal dunia karena COVID-19. Suwito sebelumnya bertugas di Puskesmas Kedungdung, Sampang. Sebelum meninggal dunia, dia diketahui sempat masuk rumah sakit dan dirawat di RSUD dr. Mohammad Zyn, Sampang.

"Satu perawat yang di luar Surabaya itu Suwito, dia perawat asal Sampang meninggal akibat COVID-19 di sana," imbuh Prof Nursalam.

Baca Juga: Ketua PPNI Jatim Ungkap Insentif Perawat Baru Cair 20 Persen

7. Sri Agustin

Bertambah Lagi, Ini Daftar Perawat di Jatim yang Gugur karena COVID-19Ilustrasi tenaga medis menggunakan APD. IDN Times/Candra Irawan

Pada Sabtu (20/6) pukul 02.15 WIB, perawat Poli Eksekutif RSUD dr. Gatot Pramono, Sidoarjo, Sri Agustin gugur akibat COVID-19. Dia sebelumnya telah menjalani perawatan selama 17 hari dengan kondisi berat dan harus menggunakan ventilator.

"Perawat lain yang di luar Surabaya yaitu Sri Agustin. Dia bertugas di RSUD Sidoarjo, meninggal setelah dirawat di sana," kata Prof Nursalam.

8. Vivitra Wallada

Bertambah Lagi, Ini Daftar Perawat di Jatim yang Gugur karena COVID-19Ilustrasi (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Prof Nursalam MNurs mengatakan, Vivitra Wallada selama ini bertugas di ruang ICU Rumah Sakit (RS) Gotong Royong, Surabaya. Pada 15 Juni lalu, Vivitra jatuh sakit dirawat di RSAL dr. Ramelan Surabaya.

"Masuk RS waktu itu hamil 8 bulan," katanya, Rabu (24/6).

Kemudian pada 20 Juni, lanjut Nursalam, Vivitra dinyatakan positif COVID-19. Akhirnya 22 Juni kemarin, dia melahirkan dengan cara operasi seksio. Anak laki-laki yang dilahirkan Vivitra rupanya juga terjangkit virus SARS CoV-2. "Kemudian hari ini (Vivitra) tadi (pukul 03.53 WIB) meninggal," katanya.

"Kondisi bayinya pakai ventilatormya anak-anak gitu. Jadi ya kondisinya kritis juga di ruang NICU ruang intensifnya untuk bayi," dia menambahkan

9. Simplisia Guarda Mayesti

Bertambah Lagi, Ini Daftar Perawat di Jatim yang Gugur karena COVID-19Ilustrasi petugas medis. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Simplisia dilaporkan meninggal dunia pukul 08.10 WIB, di RKZ Surabaya. Nursalam menyampaikan, selama ini Simplisia bertugas sebagai pembimbing klinik di Stikes RKZ Surabaya "Ini barusan kabarnya ada perawat lagi di RKZ meninggal dunia juga (akibat) COVID-19, positif," ungkap Prof Nursalam.

10. Sulastri

Bertambah Lagi, Ini Daftar Perawat di Jatim yang Gugur karena COVID-19Dokumentasi PPNI Jatim

Seorang pejuang kesehatan kembali dilaporkan meninggal dunia di medan pandemik COVID-19, Rabu (1/7). Dia adalah Sulastri, perawat yang bertugas di Rumah Sakit Islam (RSI) A. Yani, Surabaya. Kabar duka ini dibenarkan oleh Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Timur (Jatim), Prof Nursalam MNurs.

"Keterangan meninggal akibat COVID-19," ujarnya kepada IDN Times. Sulastri sempat dirawat di RSI selama lima hari sebelum mengembuskan nafas terakhir.

11. Tamsir

Bertambah Lagi, Ini Daftar Perawat di Jatim yang Gugur karena COVID-19Dokumentasi PPNI Jatim

Seorang perawat asal Bojonegoro bernama Tamsir meninggal dunia akibat terinfeksi COVID-19 pada 28 Juni lalu. Berdasarkan data dari PPNI Jatim, Tamsir sehari-hari bertugas di Puskesmas Baureno, Bojonegoro. Pada 19 Juni lalu, dia periksa di dokter spesialis penyakit dalam. Dia memiliki keluhan febris dan disfhagia.

Baca Juga: Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19

12. Sri Rejeki

Bertambah Lagi, Ini Daftar Perawat di Jatim yang Gugur karena COVID-19Mendiang Sri Rejeki. Dok. PPNI Jawa Timur

Sri Rejeki yang sehari-hari bertugas di RSI Siti Hajar Sidoarjo. Ia meninggal dunia pada Rabu (22/7/2020), pukul 08.00 WIB. Sri pun menyusul salah seorang rekannya sesama perawat yang juga berasal dari Kabupaten Sidoarjo.

Sri meninggal dunia setelah dirawat secara intensif sejak 19 Juli 2020. Kondisi kesehatannya terus menurun akibat terpapar virus corona. Berdasarkan catatan Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Prof Nursalam, Sri tidak memiliki penyakit bawaan atau komorbid.

"Opname sejak 19 Juli, pukul 18.30 WIB. Informasi yang saya terima, tidak punya komorbid," jelas Nursalam kepada IDN Times

13. Obet Sugiono

Bertambah Lagi, Ini Daftar Perawat di Jatim yang Gugur karena COVID-19Mendiang Obet Sugiono. Dok. PPNI Jatim

Obet Sugiono adalah Kepala Bidang Keperawatan di RSU Anna Medika Bangkalan. Obet dikenal sebagai perawat senior yang cakap dalam menjalankan tugasnya. Obed meninggal akibat COVID-19 pada Selasa (21/7/2020). Dia sempat dirawat selama 10 hari.

"Meninggalnya kemarin Selasa, pukul 11.15 WIB," kata Nursalam.

14. Nova Eka Twenty

Bertambah Lagi, Ini Daftar Perawat di Jatim yang Gugur karena COVID-19Instagram.com/rs_universitas.airlangga/

Sehari berselang, seorang perawat Rumah Sakit Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Nova Eka Twenty Putri dilaporkan meninggal dunia berstatus positif COVID-19 Kamis (23/7/2020). Namun faktor meninggalnya bukan murni terinfeksi virus SARS CoV-2 saja.

"Dia juga obesitas," ujar Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jatim, Prof Nursalam kepada IDN Times.

Berdasarkan laporan yang masuk ke PPNI Jatim, sebelum mengembuskan nafas terakhirnya, Nova merasakan gejala seperti terinfeksi virus corona pada 5 Juli lalu. Kemudian dia dirawat di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Unair dua hari kemudian, 7 Juli 2020.

15. Siti Jumiatun

Bertambah Lagi, Ini Daftar Perawat di Jatim yang Gugur karena COVID-19Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban. IDN Times/Imron

Seorang perawat di Puskesmas Singgahan Tuban yang bernama Siti Jumiatun, warga Desa Mulyoagung meninggal dunia pada Jumat (7/8/2020). Hasil swab menyatakan bahwa ia terpapar COVID-19. Diduga, paparan itu berasal dari pasien yang dirawatnya.

Siti Jumiatun sendiri sempat menjalani perawatan di salah satu Rumah Sakit di Kabupaten Bojonegoro. Guna mencegah penyebaran virus corona, Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban pun menutup aktifitas pelayanan Puskesmas Singgahan selama 10 hari ke depan.

16. Hariyanto

Bertambah Lagi, Ini Daftar Perawat di Jatim yang Gugur karena COVID-19Hariyanto salah satu perawat asal Bojonegoro meninggal dunia karena COVID-19. IDN Times/Dok. Humas Pemkab Bojonegoro

Satu lagi perawat asal Kabupaten Bojonegoro bernama Hariyanto (51) meninggal dunia karena corona. Diduga, perawat yang setiap harinya bertugas di Instalasi Bedah Central RSUD Sosodoro Djatikoesumo, Bojonegoro itu tertular virus corona saat mengikuti uji kompetensi di luar daerah. 

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bojonegoro, Masirin membenarkan hal itu. Almarhum meninggal dunia pada Rabu (26/8/2020) kemarin, setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit selama tiga hari. Korban memiliki penyakit bawaan berupa Diabestes Melitus.

Baca Juga: Satu Dokter dan Dua Perawat RSUD Caruban Positif COVID-19 

17. Nufia Anggreini

Bertambah Lagi, Ini Daftar Perawat di Jatim yang Gugur karena COVID-19Ucapan belasungkawa untuk Nufia Anggreini. Dok PPNI Jatim

Nufia Anggreini (39), salah seorang perawat di RSUD dr. H Slamet Martodirdjo, Kabupaten Pamekasan, Madura, meninggal dunia akibat COVID-19, Minggu (6/9/2020). Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jatim Prof Nursalam MNurs menyebut Nufia memiliki komorbid. Hanya saja, dia tidak merinci apa komorbid yang diderita oleh almarhumah.

"Positif COVID-19, (komorbid juga) iya," ujarnya ketika dikonfirmasi IDN Times, Senin (7/9/2020).

Sebelum meninggal dunia, lanjut Nursalam, Nufia sempat memiliki sejumlah keluhan. Antara lain suhu badan tinggi, batuk dan pilek sejak satu minggu ke belakang.

"Kemudian menjalani perawatan di RSUD Pamekasan. Pada Minggu (6/9/2020) jam 15.45 WIB meninggal dunia," katanya.

18. Yudi Dian Prasista

Bertambah Lagi, Ini Daftar Perawat di Jatim yang Gugur karena COVID-19Yudi Dian Prasista. Dokumentasi PPNI Jatim

Jawa Timur kembali kehilangan perawat mereka akibat COVID-19. Seorang perawat di Malang bernama Yudi Dian Prasista meninggal Jumat (14/8/2020) malam setelah menjalani perawatan selama dua hari di rumah sakit Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Di sana pula, perawat asal Bantur, Kabupaten Malang tersebut biasa bertugas. Ia diketahui memiliki penyakit pneumonia. 

19. Ninuk Trihartini

Bertambah Lagi, Ini Daftar Perawat di Jatim yang Gugur karena COVID-19Ilustrasi perawat COVID-19 (Dok.IDN Times/Istimewa)

Jumlah perawat di Jawa Timur yang gugur akibat COVID-19 bertambah. Pada Selasa, (11/8/20202) dini hari, perawat senior Ninuk Trihartini yang bertugas di Rumah Sakit Delta Surya Sidoarjo, meninggal terpapar COVID-19. Ia mengembuskan nafas terakhir setelah dua hari mendapatkan perawatan di RSUD Sidoarjo. Ninuk merupakan perawat ketiga di Sidoarjo yang gugur dalam medan pandemik. 

20. Ade Agus Satriya

Bertambah Lagi, Ini Daftar Perawat di Jatim yang Gugur karena COVID-19Ade Agus Satriya. PPNI Jatim

Seorang tenaga kesehatan di Jawa Timur dilaporkan meninggal dengan status probable COVID-19. Perawat bernama Agus Satriya itu meninggal pada Senin (24/8/2020) di usia 23 tahun. Ade merupakan relawan di RS Dr. Soetomo yang bertugas di ruang isolasi. Ia diketahui memiliki komorbid penyakit jantung. 

21. Abdul Hamid

Bertambah Lagi, Ini Daftar Perawat di Jatim yang Gugur karena COVID-19Abdul Hamid. PPNI Jatim

Seorang perawat bernama Abdul Hamid asal Sumenep gugur akibat COVID-19, Jumat (28/8/2020). Ia mengembuskan nafas terakhir di salah satu rumah sakit di Surabaya. Abdul Hamid diketahui selama ini bertugas di RSUD dr. H . Anwar Sumenep.

22. Candra Meisari Rosana

Bertambah Lagi, Ini Daftar Perawat di Jatim yang Gugur karena COVID-19Candra Meisari Rosana. PPNI Jatim

Seorang perawat yang bertugas di RSUD Bangil, Kabupaten Pasuruan gugur akibat COVID-19, Rabu (16/9/2020). Perawat bernama Chandra Meisari Rosana (25) itu sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Lavalette Kota Malang. 

23. Maria Magdalena Setyaningsih

Bertambah Lagi, Ini Daftar Perawat di Jatim yang Gugur karena COVID-19Ilustrasi perawat COVID-19 (Dok.IDN Times/Istimewa)

Maria Magdalena Setyaningsih, S.Kep.,M.Kep.,Ns.,Sp.Kep.Mat merupakan salah seorang perawat senior. Dia menjabat sebagai kepala perawat RS Panti Waluyo RKZ, Malang sekaligus Ketua Stikes Panti Waluyo, Malang. Maria meninggal dunia akibat COVID-19 pada 26 Juni 2020.

Kepergian Maria untuk selama-lamanya tentu menjadi pukulan telak bagi rekan-rekan seprogesinya. Perawat yang meninggal pada usia 50 tahun itu mendapatkan penghormatan dari teman-temannya.

Sebelum meninggal, Maria sempat dirawat selama seminggu. Pada 20 Juni 2020 dia masuk rumah sakit. Dia sempat mengalami gejala mual, pusing, hingga demam. Dia diketahui memiliki riwayat penyakit jantung.

24. Gigih Sujoko Lugiamanto

Bertambah Lagi, Ini Daftar Perawat di Jatim yang Gugur karena COVID-19Ucapan duka cita untuk Gigih Sujoko Lugiamanto. Dok. PPNI Jatim

Seorang perawat Puskesmas Ketapang, Kota Probolinggo, Gigih Sujoko Lugiamanto, S.Kep., Ners meninggal dunia akibat COVID-19 pada 13 Juli 2020. Gigih yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan DPD PPNI Kota Probolinggo ini juga memiliki komorbid diabetes dan pembengkakan jantung.

Almarhum meninggal setelah sempat mendapatkan perawatan di RSUD M. Saleh selama empat hari. Diketahui, Gigih tertular dari pasien yang berobat ke Puskesmas Ketapang. Pasien tersebut belakangan diketahui positif COVID-19.

25. Didiek Hari Susanto

Bertambah Lagi, Ini Daftar Perawat di Jatim yang Gugur karena COVID-19Ucapan duka cita untuk Didiek Hari Susanto. Dok. PPNI Jatim

Pada 28 Juli 2020, seorang perawat di Puskesmas Manyar, Gresik, Didiek Hari Susanto, S.Kep.Ners wafat setelah terkonfirmasi positif COVID-19. Dia merupakan perawat senior di puskesmas tersebut

Didiek sempat mendawat perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Ibnu Sina, Gresik. Almarhum diketahui juga memiliki riwayat penyakit darah tinggi.

26. Sri Aniwati

Bertambah Lagi, Ini Daftar Perawat di Jatim yang Gugur karena COVID-19Ucapan belasungkawa untuk Sri Aniwati. Dok. PPNI Jatim

Sri Aniwati, AMd, Kep meninggal dunia akibat COVID-19 pada 30 Juli 2020. Dia berutagas di RSUD Bangil, Pasuruan. Almarhumah meninggal pada usia 51 tahun.

Sebelum meninggal dunia, Sri sempat mendapatkan perawatan selama 5 hari di ruang isolasi khusus RSUD Bangil. Dia diduga terpapar virus corona ketika memberikan pelayanan kesehatan di rumah sakit tempatnya bekerja. Kepergian Sri mendapatkan penghormatan dari rekan seprofesinya.

27. Winarsih

Bertambah Lagi, Ini Daftar Perawat di Jatim yang Gugur karena COVID-19Ucapan duka cita untuk Winarsih. Dok. PPNI Jatim

Seorang perawat di Unit Rawat Jalan (URJ) Anak RSUD dr Soetomo, Winarsih meninggal dunia setelah dinyatakan positif COVID-19, Senin malam (21/9/2020). Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Timur (Jatim), Prof Nursalam MNurs menjelaskan, Winarsih sempat dirawat tiga minggu di RSUD dr. Soetomo. Sebelum dirawat, dia sempat merasakan keluhan.

Pada 27 Agustus 2020, Winarsih memeriksakan diri ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Lantaran ada gejala mirip COVID-19, dia diwajibkan menjalani tes swab. Hasilnya, Winarsih positif terinfeksi virus corona. Waktu itu kondisinya juga tidak cukup prima.

"Mulanya ada keluhan badan tidak enak, panas anosmia sekitar seminggu. Meninggal dunia karena COVID-19. Juga ada komorbid," ungkap Nursalam dikonfirmasi IDN Times, Selasa (22/9/2020).

Topic:

  • Faiz Nashrillah
  • Dida Tenola

Berita Terkini Lainnya