Facebook Anggota DPRD Jember Diretas, Tipu Kerabat Hingga Puluhan Juta

Hati hati modus penipuan di media sosial

Akun facebook anggota DPRD Jember diretas untuk penipuan. IDN Times/Istimewa

Jember, IDN Times - Akun Facebook milik anggota DPRD Jember, Alfian Andri Wijaya tidak lagi dikendalikan pemiliknya. Alfian mengatakan, sejak Juni 2019 akun Facebooknya telah diretas, setelah tidak bisa login ke akun yang diberi nama sesuai identitasnya tersebut.

Alfian baru menyadari bahwa akun facebooknya telah digunakan untuk aksi penipuan setelah sejumlah temannya menagih hutang kepadanya, meski ia tidak pernah meminjam. Alfian mengatakan, pelaku meminjam uang hingga modus lelang mobil bekas ke sejumlah temannya di facebook.

"Saya ditagih hutang hingga puluhan juta rupiah, meski saya tidak berhutang. Saya tidak tahu siapa yang meretas dan sejak kapan. Saya baru tahu kalau diretas pada pertengahan Juni 2019," ujar Alfian saat dihubungi Senin malam, (15/3/2021).

1. Hati hati peretasan media sosial

Freepik

Saat ini sudah ada 4 orang kerabat Alfian yang tertipu dengan beragam modus. Alfian mendapat permintaan ganti rugi dari kerabatnya yang menjadi korban penipuan dengan total kerugian puluhan juta rupiah.

"Modusnya beragam, terbaru lelang mobil bekas dengan harga miring. Tetangga saya kena tipu Rp 7,5 juta dengan modus lelang mobil bekas murah. Saya memang punya showroom mobil bekas, dari almarhum ayah saya. Tapi yang lelang di FB itu bukan saya,” kata Alfian.

2. Aksi penipuan terus terjadi

Ilustrasi penipuan (IDN Times/Arief Rahmat)

Sejak mengetahui akun facebooknya diretas pada Juni 2019, Alfian telah mengumumkan ke media sosial, salah satunya melalui akun milik istrinya. Ia juga telah melaporkan kasus pembajakan dan penipuan atas namanya ke Polres Jember.

"Tanggal 25 Juni 2019 saya sudah lapor ke Polres Jember. Namun hingga kini, pelakunya masih juga belum tertangkap. Saya saat itu juga sudah berusaha mengumumkan ke banyak orang bahwa akun facebook saya diretas,” kata politikus Gerindra ini.

Meski telah lapor ke polisi dan melakukan pengumuman, aksi penipuan masih terus terjadi, menimpa rekannya di Facebook. Status pekerjaannya menjadi anggota dewan, dinilai meyakinkan saat melakukan komunikasi berujung pinjaman uang hingga lelang mobil bekas harga murah.

"Kali penipuan modus lelang mobil murah terjadi akhir 2020 sampai awal 2021. Ada tiga orang yang tertipu telah melakukan transfer mulai Rp 3,3 juta hingga Rp 10 juta. Mungkin karena dianggap saya anggota dewan, jadi ada saja yang percaya dan mau meminjamkan uang tersebut. Padahal saya sama sekali tidak tahu menahu," katanya.

Baca Juga: Banyak Pernikahan Dini di Jember, Picu Perceraian dan Kematian Ibu

3. Berharap polisi segera usut

Ilustrasi Garis Polisi (IDN Times/Arief Rahmat)

Alfian berharap polisi segera mengusut siapa pelaku penipuan yang telah merugikan dirinya. Ia juga meminta kepada masyarakat agar berhati-hati bila ada modus pinjaman di media sosial yang mengatasnamakan dirinya.

"Saya masih menunggu kinerja Polres Jember. Kalau sampai tidak mampu menangani perkara tersebut, saya akan naikkan laporan saya ke Polda Jatim. Sebulan lalu saya sudah ke Polres untuk menanyakan, dan masih dalam proses penyeledikan,” katanya.

Baca Juga: Dua Bulan Tidak Gajian, Seluruh OPD Jember Lembur Bahas Rencangan APBD

Berita Terkini Lainnya