Comscore Tracker

Melihat Kreasi Aksesoris Unik Berbahan Kawat Tembaga 

Awalnya iseng mengkreasikan kawat limbah kabel

Malang, IDN Times - Unik, kreatif dan telaten, mungkin kata itulah yang cocok menggambarkan sosok Ratna Ari Sandhi (37). Kawat tembaga yang oleh sebagian orang dianggap tak ada kaitannya dengan seni justru menjadi barang seni menarik di tangan kreatif Ratna.

Ia mampu membuat kreasi aksesoris berbahan kawat tembaga. Berbagai aksesoris menarik mulai dari cincin, gelang hinggga kalung bisa dibuat oleh Ratna di rumah sekaligus Galery Tulodho miliknya di Jl Kemayoran 1, Cemorokandang, Kota Malang. Hasil karya dari Ratna mampu menjadi penghasilan tambahan. 

1. Berawal dari ide memaksimalkan barang bekas

Melihat Kreasi Aksesoris Unik Berbahan Kawat Tembaga Kawat tembaga yang menjadi bahan utama pembuatan aksesoris di Galery Tulodho. IDN Times/Alfi Ramadana

Ratna menuturkan bahwa ide awal membuat aksesoris dari kawat tembaga adalah untuk memanfaatkan barang bekas sekitar tahun 2016. Saat itu, di sekitar rumahnya banyak terdapat limbah kabel tak terpakai.

Kemudian terbersit ide untuk membuat aksesoris dari bahan limbah tersebut. Limbah kabel dibuka dan diambil kawat tembaga didalamnya dan kemudian dirangkai menjadi sebuah aksesoris. Ternyata pada saat itu, aksesoris buatan Ratna yang awalnya hanya dipakai sendiri mendapat sambutan positif dari teman-temannya. 

"Ternyata banyak yang suka dan kemudian minta dibuatkan. Sejak saat itu saya kemudian semakin intensif belajar teknik-teknik merangkai kawat tembaga dan bertahan sampai sekarang," katanya Rabu (1/4/2021). 

2. Lebih murah ketimbang emas dan perak

Melihat Kreasi Aksesoris Unik Berbahan Kawat Tembaga Beberapa aksesoris berbahan kawat tembaga buatan Galery Tulodho. IDN Times/Alfi Ramadana

Ratna menambahkan bahwa selama ini aksesoris yang banyak dibuat adalah berbahan emas atau perak. Tentu perlu biaya besar untuk membeli bahan maupun proses pembuatan. Sementara bahan kawat tembaga bisa jauh lebih murah, tetapi hasilnya tidak beda jauh serta bisa menyesuaikan dengan keinginan pembeli.

Aksesoris yang dihasilkan juga bervariasi karena selain kawat tembaga, bahan yang digunakan juga plat tembaga. "Kelebihan dari tembaga sendiri dalam proses pembuatan sendiri bisa disesuaikan dengan keinginan pembeli. Semisal pembeli ingin model yang simpel dan sederhana, tembaga lebih bisa disesuaikan," jelasnya

3. Kombinasikan dengan beberapa bahan lain

Melihat Kreasi Aksesoris Unik Berbahan Kawat Tembaga Aksesoris produksi Galery Tulodho yang terbuat dari kawat tembaga dikombinasikan dengan batu alam. IDN Times/Alfi Ramadana

Selain bahan utama berupa kawat dan plat tembaga, Ratna juga mengkombinasikan tembaga dengan bahan-bahan lain seperti batu alam, kayu hingga kulit untuk menghasilkan aksesoris menarik. Dari setiap bahan yang ada tersebut kemudian diolah dengan berbagai cara mulai dirajut, dipelintir menggunakan tangan kosong maupun alat-alat lain.

Kawat tembaga menjadi kerangka utamanya. Sementara bahan lain seperti batu alam sebagai hiasan. Setelah kerangka utama selesai, maka proses dilanjutkan pada pembakaran untuk menghasilkan warna yang berbeda. 

"Kalau untuk tema yang banyak diminati adalah simpel tapi ada sentuhan etniknya," tambahnya. 

4. Sudah tembus pasar ekspor

Melihat Kreasi Aksesoris Unik Berbahan Kawat Tembaga Proses penggarapan aksesoris berbahan kawat tembaga di Galery Tulodho. IDN Times/Alfi Ramadana

Sejauh ini, pemasaran dari produk Galery Tulodho sendiri sudah mencakup pasar lokal dan ekspor. Meskipun sebenarnya kapasitas produksi dari Galery Tulodho sendiri belum terlalu banyak. Beberapa kali Ratna sudah melakukan pengiriman aksesoris ke beberapa negara seperti Korea, China hingga Jepang.

Namun, karena masa pandemik COVID-19 ini terjadi penurunan hingga 50 persen dari sebelumnya. Penjualan Galery Tulodho memang sangat terdampak saat pandemik COVID-19 melanda. 

"Memang selama pandemik ini ada penurunan sangat signifikan. Tetapi saya pribadi selalu berprinsip bahwa setiap hari harus tetap produktif dan minimal membuat satu karya," terangnya. 

Baca Juga: Melihat Upaya Perajin Gamelan Bertahan di Masa Pandemik COVID-19 

5. Harga jual lebih terjangkau

Melihat Kreasi Aksesoris Unik Berbahan Kawat Tembaga Beberapa hasil produksi Galery Tulodho yang sudah jadi dan dalam proses pengerjaan. IDN Times/Alfi Ramadana

Untuk harga jual aksesoris kawat tembaga menurut Ratna jauh lebih terjangkau. Rentang harga yang ia patok untuk aksesoris di Galery Tulodho bervariasi. Paling rendah adalah Rp 100 ribu. Sementara paling mahal dilepas dengan harga Rp 2 juta. Rentang harga tersebut bergantung pada ukuran serta kerumitan dalam pembuatan. Semakin rumit proses pembuatan, maka harga yang ditetapkan juga menjadi lebih mahal. 

"Bagian tersulit dari proses membuat aksesoris kawat tembaga ini adalah merangkainya. Kerena perlu ketelitian dan ketepatan agar bahan bisa menghasilkan rangkaian sesuai yang diinginkan," tandasnya. 

Baca Juga: Kisah Sukses Perajin Tembaga, Omzet hingga Rp80 Juta Sebulan

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya