Comscore Tracker

IMR 2022, Emil Dardak: Milennial Jangan Tinggalkan Sains

Kalau semua jadi programmer terus barang apa yang mau dijual

Surabaya, IDN Times – Generasi milennial di negeri ini mulai ambil bagian dalam dunia politik dan pemerintahan. Emil Elestianto Dardak salah satunya. Sosok pria berusia 37 tahun itu, memulai karir politiknya dengan menjadi Bupati Trenggalek hingga menjadi Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) berpasangan dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa sejak 2018 lalu. Emil akrab disapa, juga aktif di partai politik. Bahkan, kini ia menjadi Plt Ketua DPD Partai Demokrat Jatim.

Dalam wawancara khusus bersama IDN Times, Kamis (24/2/2022), Emil membagikan pandangannya mengenai berbagai sektor seputar perkembangan dunia yang harus direspons oleh milennial. Mulai dari seputar isu bonus demografi, ekonomi, kesehatan, politik, pendidikan hingga keluarga. Nah, berikut petikan wawancara khusus yang terangkum dalam Indonesia Millennial Report (IMR) 2022.

1. Banyak milennial dan Gen-Z di Indonesia, menurut anda apa keuntungannya?

Hari ini bumi semakin padat, sekarang muncul teknologi yang bisa menggantikan manusia. Sehingga, yang menyebabkan kita punya bonus demografi mau disuruh mengerjakan apa, itu yang paling penting. Ini jadi tantangan kita malahan, maka muncul ekonomi digital dan kreatif. Tapi, kalau tidak produktif maka akan jadi masalah.

Baca Juga: IMR 2019: Bonus Demografi di Indonesia, Peluang atau Tantangan?

2. Menurut anda, ekonomi dan kesehatan di Indonesia sekarang ini bagaimana?

Ini dua hal yang sangat spesifik. Hari ini kita lihat tren ekonomi sudah baik tapi belum sepenuhnya pulih. Katakanlah pandemik reda, belum tentu usaha yang dulu tutup akan buka lagi. Tapi masih banyak komitmen investasi yang berjalan, makanya angka investasi Jatim bagus. Penanaman modal asingnya tinggi, penanaman modal dalam negerinya dibanding tahun lalu kita kalah, tapi secara keseluruhan tumbuh.

Kalau kesehatan sudah jelas, vaksinasi yang gencar sangat positif. Ada teori beredar, COVID-19 memasuki potensi endemik ini menunjukkan harapan. Tapi selama itu (endemic) belum terjadi kita mengacu kepada level yang merupakan bagian dari epidemiologi. Artinya kita sudah punya mitigasinya.

3. Seputar ekonomi, peran anak muda harusnya bagaimana?

Hari ini perusahaan lebih ramping, banyak dimiliki anak muda usianya di bawah 40 tahun. Yang berubah sekarang, orang punya ide bisnis cepat banget meluncurkan idenya. Karena digitalisasi ini. Punya produk bagus diekspos ke media sosial. Kekuatan ini juga berpindah ke marketplace. Hari ini, anak muda punya ide baru yang mudah untuk direalisasikan.

4. Untuk menunjang ekonomi digital perlu literasi, menurut anda bagaimana literasi digital di Indonesia?

Penetrasi digital sekarang ini luar biasa, tapi tingkat literasinya tergantung, definisi literasi apa? kalau literasi bisa WhatsApp, bikin konten TikTok dan Instagram kita bagus banget. Tapi kalau literasi digital tidak mudah terpengaruh hoaks, tidak mudah tertipu akun bayaran yang komentar penggiringan opini (buzzer) itu saya belum bisa menjamin. Durasi waktu untuk meningkatkan kapasitas saya juga belum bisa menjamin.

5. Ekonomi digital ada wadah marketplace, anda sendiri suka belanja online atau offline?

Kalau pesan makanan saya pakai platform online, kalau belanja saya jarang belanja. Tapi istri saya (Arumi) sudah sering gunakan online. Assamualaikum paket. Belanja online meningkat pesat, harganya kompetitif, makin dapat kenyamanan dan mudah.

6. Banyak keluhan kalau milennial susah beli rumah, bagaimana tipsnya?

Bukan anak muda susah beli rumah, siapa pun susah beli rumah. Karena harganya semakin mahal. Buat saya PR-nya ada di pemerintah. Mana mau anak muda suruh tinggal di ujung mana gitu, sedangkan aktivitas mereka di mana. Anak muda suruh nabung, seberapa bisa. Ini situasi yang sangat sulit. Harganya meroket luar biasa. Bayangkan rumah subsidi harganya Rp130 juta, dapat di mana? Pasti jauh sekali.

Negara harus intervensi dalam penyediaan perumahan yang terjangkau untuk generasi muda. Tidak bisa mengandalkan mekanisme perbankan murah. Pemerintah mulai sediakan subsidi bunga, subsidi DP. Tapi kriterianya susah. Paling nggak pemerintah beli lahan di sekitar exit tol, ajak pengembang bangun di situ.

Baca Juga: IMR 2019: Bener Gak Sih? Mayoritas Millennial Pengin Jadi Pengusaha

7. Pekerjaan untuk milennial yang menjanjikan untuk hari ini dan ke depan kira-kira apa?

IMR 2022, Emil Dardak: Milennial Jangan Tinggalkan SainsWakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak saat wawancara khusus di kediamannya bersama reporter IDN Times Ardiansyah Fajar. IDN TImes/Zumrotul Abidin.

Kalau saya pribadi, di bidang sains. Kita butuh orang-orang yang masih bisa memproduksi hal yang kita butuhkan. Misal bikin lampu, orang yang ngerti material teknologi. Kalau semuanya digital maunya jadi programmer, terus barang apa yang mau dijual. Jadi tetap produktif penting, membuat tapi dengan teknologi tinggi. Menurut saya kita butuh orang yang meningkatkan nilai tambah untuk sebuah produk. Engineering kita butuhkan. Saya berharap, minat generasi muda untuk mendalami dan istiqomah di bidang sains tidak hilang.

8. Bagaimana peran pemerintah memabantu anak muda masuk dunia kerja?

Semua dimulai dari sekolah. Karena 30 persen saja yang lulusan SMA/SMK yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Sisanya langsung kerja. Makanya sekarang kita punya program Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan. Itu adalah, dana yang kita tambahkan ke sekolah. Mereka bisa gunakan untuk mengajari entrepreneuship menggunakan dana itu selain untuk SPP di (sekolah) negeri dihilangkan. Kita harus menekankan pada kompetensi di sekolah. Kita lanjutin program SMA Double Track, jadi siswa SMA diajari ilmu siap pakai (seperti SMK). Kita juga ada program Milenial Job Center (MJC). Harapan kita, yang ikut MJC bisa menjual jasanya kepada siapa pun yang butuh jasanya. Kita sudah capai 3.000 project, kita targetkan 10.000 project MJC ke depan.

9. Wisata terdampak pandemik, bagaimana langkah yang harusnya diambil?

Wisata itu tergantung pada minat orang untuk berkunjung, maka harus kita bangun kepercayaannya. Sehingga wisatawan bisa berpergian dengan rasa aman dan nyaman.

Baca Juga: IMR 2019: 5 Fakta Perubahan Pola Konsumsi Media Millennial

10. Bagaimana anda melihat geliat game di Indonesia?

Dari sisi e-Sports ini kita masih pakai game luar (negeri), jadi belum industri (game). Karena bukan game kita. Tapi kami mulai ada diskusi dengan pemerintah pusat mengenai industri game. Nah, klaster animasi ada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari. Kita coba mengintegrasikan komponen animasi ke sistem gaming, karena kata kuncinya harus memberikan kemudahan bagi studio game.

11. Di tengah pandemik, olahraga kesukaan anda apa?

Saya tergolong belum tertib dalam berolahraga. Olahraga yang paling simpel bagi saya ya lari di treadmill.

12. Youtuber favorit anda siapa?

Saya melihat luas, banyak karena saya tidak fanatik ke satu orang. Banyak yang saya lihat, karena saya mempelajari fenomenanya juga. Ada konsep podcast, ada konsepnya reality ada yang bikin mini series juga. Ada yang mengikuti keseharian hidup orang. karena banyak, gak fair kalau saya sebut cuma satu saja. Kalau buka YouTube, saya sering, saya lebih suka buka musik.

13. Kesetaraan gender di Indonesia bagaimana?

IMR 2022, Emil Dardak: Milennial Jangan Tinggalkan SainsWakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak saat wawancara khusus di kediamannya bersama reporter IDN Times Ardiansyah Fajar. IDN TImes/Zumrotul Abidin.

Bos saya (Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa) itu perempuan. Di rumah, bos saya (Arumi) juga perempuan. Saya rasa kesempatan untuk menempuh pendidikan dengan sangat luas. Saya dan istri bagi peran, misal dia ada tugas maka saya yang bantu handle anak-anak. Secara umum kita berikan ruang luas kepada perempuan.

14. Seberapa penting nilai Pancasila meredam perpecahan antaragama di kalangan anak muda?

Harusnya kalau orang itu benar-banar Pancasilais, gak ada perpecahan. Bhinneka Tunggal Ika itu tercengkeram di Garuda Pancasila. Persatuan Indonesia. Kemanusaiaan yang adil dan beradab, kemanusiaan itu kita gak lihat siapa orang yang butuh kita tolong. Beradab itu gak mungkin kita berkata-kata menyakiti orang. Kalau dijalankan, kita yakin tidak ada perpecahan.

15. Menurut anda, pemimpin seharusnya seperti apa?

IMR 2022, Emil Dardak: Milennial Jangan Tinggalkan SainsWakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak saat wawancara khusus di kediamannya bersama reporter IDN Times Ardiansyah Fajar. IDN TImes/Zumrotul Abidin.

Service oriented, ini bukan dengan cara mengancam mutasi, pecat atau hukum kalau (bawahan) salah.  Kalau mau service oriented, atasan harus jadi tempat curhat. Kita ingin leadership yang inklusif.

16. Apakah anda melihat anak muda sekarang lebih suka ke politik?

Yang menjadi bahaya adalah, kalau politik dikaitkan dengan apa yang menarik ditonton. Akhirnya, pejabat politik berlomba-lomba cari yang instan. Hal-hal yang sifatnya structural dan fundamental justru malah akan disisihkan. Tapi bagus, anak muda sekarang punya atensi ke politik sebagai sistem kontrol sosial untuk pemerintah. Nah, perbanyaklah ruang advokasi, mulai menggali isu yang bisa diadvokasi, saya mohon jangan selalu lihat rakyat versus pemerintah. Kita butuh koalisi pemerintah dengan rakyat melawan kepentingan.

17. Anak muda lebih peduli krisis iklim dan lingkungan, langkah apa yang diambil pemerintah dalam mendukung gerakan ini?

Pemerintah menerapkan peraturan bertujuan menjaga keberlangsungan lingkungan, seperti konservasi mangrove, edaran melarang penggunaan plastik secara berlebihan, mengurangi penggunaan kemasan. Pemerintah punya (program) sekolah adiwiyata, sekolah yang punya inovasi lingkungan dapat award tambahan. Kita sinergikan dengan pegiat lingkungan. Kita regulasi, lakukan kegiatan dan bersinergi dengan pegiat lingkungan.

18. Nah, apa aktivitas harian anda di luar pekerjaan? Apakah ada kegiatan khusus dengan keluarga?

Pasti rekreasi dengan keluarga dan teman. Kadang nonton dan kulineran. Kadang ngajak istri, saya nyetir sendiri gak ada ajudan atau patwal, jalan aja keliling sendiri. Kalau sama anak-anak sekarang hobi masak. Masakannya lumayan enak anak-anak itu.

Baca Juga: IMR 2019: Sebagian Besar Millennial Belum Punya Rumah

Topic:

  • Zumrotul Abidin
  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya